EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa (24/2/2026). Indeks anjlok 115,24 poin atau 1,37% ke level 8.280,8, setelah bergerak di rentang 8.259 hingga 8.437 sepanjang sesi.

Tekanan jual merata di hampir seluruh sektor. Dari 11 indeks sektoral, hanya sektor keuangan yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 1,02%. Sementara 10 sektor lainnya terperosok ke zona merah.

Sektor energi mencatat pelemahan terdalam dengan koreksi 3,5%, disusul sektor barang konsumen siklikal yang turun 3,12% serta sektor infrastruktur yang melemah 2,29%.

Aktivitas perdagangan terpantau sangat ramai. Volume transaksi mencapai 60,76 miliar saham dengan nilai Rp29,57 triliun dan frekuensi 3,41 juta kali transaksi. Sebanyak 153 saham menguat, 567 saham melemah, dan 99 saham stagnan, mencerminkan dominasi tekanan jual.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mencatat kenaikan, di antaranya MEGA yang melonjak Rp1.020 ke Rp5.150 per saham, SMMA naik Rp325 menjadi Rp13.450 per saham, serta RLCO menguat Rp325 ke Rp7.300 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang terkoreksi antara lain DSSA turun Rp2.575 ke Rp84.425 per saham, SINI melemah Rp1.250 menjadi Rp13.100 per saham, dan MLPT turun Rp1.000 ke Rp32.975 per saham.

Dari sisi frekuensi perdagangan, BUMI menjadi saham teraktif dengan 179.444 kali transaksi senilai Rp2,4 triliun, disusul BIPI sebanyak 168.131 kali senilai Rp1,2 triliun dan YELO dengan 145.086 kali transaksi senilai Rp458 miliar.