IHSG Sempat Dibuka Drop, Imbas Tekanan Rupiah dan Global
:
0
Monitor perdagangan IHSG di Main Hall Bursa Efek Indonesia.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan berat. Pada Senin (13/4/2026), indeks dibuka melemah 1,34 persen setara 99,75 poin ke level 7.358,75.
Tekanan jual mendominasi pergerakan pasar, dengan 360 saham turun, 147 saham naik, dan 452 saham stagnan. Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi Rp667,4 miliar dengan volume 1,41 miliar saham dalam 116.900 kali transaksi. Seiring pelemahan tersebut, kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp13.000 triliun.
Adapun, 22 menit berselang IHSG berkunjung pulih, hingga terkoreksi setipis 0,04 persen setara 3,04 poin di level 7.455,45.
Tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam catatannya Senin, (13/4/2026) menilai sentimen global menjadi pemicu utama tekanan pasar. Head of Research, Rully Arya Wisnubroto, menyebut kondisi pasar cenderung risk-off setelah kegagalan kesepakatan antara AS dan Iran.
“Sentimen global awal pekan cenderung risk-off setelah AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Harga minyak kembali bertahan di atas USD100 per barel,” ujarnya dalam riset harian.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz, sekaligus meningkatkan permintaan terhadap dolar AS dan aset safe haven. Dampaknya, aset berisiko seperti saham berpotensi mengalami tekanan lanjutan.
Mirae Asset juga memperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek, seiring tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan belum adanya katalis domestik yang cukup kuat untuk menahan sentimen eksternal.
Secara teknikal, analis Muhammad Nafan Aji melihat IHSG masih berada dalam fase konsolidasi bullish meski mengalami koreksi. Level support berada di area 7.400 dan 7.200, sementara resistance di kisaran 7.590 hingga 7.686.
Untuk rekomendasi saham, Mirae Asset menyoroti:
Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Related News
IHSG Rontok ke 4.904, 624 Saham Anjlok, TMPO Malah Naik Paling Tinggi
IHSG Mendadak Jebol ke 4.910 Dekati 3,6% Penurunan, Ada Apa?
Jeda Siang, IHSG Sesi I (3/11) Berbalik Arah dan Anjlok 2,62% ke 4.963
Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka Naik 0,62% ke Level 5.128
Produksi Jagung Anjlok, Emiten Pakan Perlu Waspada
Wall Street Jeblok, IHSG Lanjut Menguat





