EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Rabu (7/1/2026). IHSG naik 12,64 poin atau 0,14 persen ke level 8.946,25.

Aktivitas perdagangan mencatatkan sebanyak 346 saham menguat, 325 saham melemah, dan 135 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp22 triliun dengan kurs USD/IDR berada di kisaran Rp16.779.

Secara sektoral, penguatan pasar ditopang oleh mayoritas indeks sektoral Bursa Efek Indonesia. IDX Basic (IDXBASIC) mencatat kenaikan tertinggi dengan menguat 2,16 persen, disusul IDX Industrial (IDXINDUSTRY) yang naik 2,12 persen. IDX Cyclical (IDXCYCLICAL) juga bergerak positif sebesar 1,12 persen, sementara IDX Energy (IDXENERGY) naik 0,69 persen dan IDX Health (IDXHEALTH) menguat 0,31 persen.

Adapun, tekanan masih terlihat pada beberapa sektor. IDX Non-Cyclical (IDXNONCYC) melemah 0,42 persen, IDX Trans (IDXTRANS) turun 0,68 persen, IDX Techno (IDXTECHNO) terkoreksi 0,22 persen, IDX Property (IDXPROPERTY) turun 0,07 persen, dan IDX Finance (IDXFINANCE) melemah tipis 0,12 persen.

Dari sisi saham unggulan, penguatan signifikan terjadi pada saham-saham berbasis logam. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melesat 12,88 persen, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) naik 10,38 persen, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 10,14 persen. Kenaikan ini sejalan dengan menguatnya harga komoditas logam global. Selain itu, PT Timah Tbk (TINS) juga mencatat penguatan sekitar 5,1 persen.

Sementara itu, saham-saham yang berada di jajaran pelemah terbesar dipimpin oleh PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang terkoreksi 9,04 persen, diikuti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 5,83 persen, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 3,80 persen.

Di kawasan regional, pergerakan pasar Asia cenderung tertekan. Mayoritas bursa utama Asia pada siang hari ini berada di zona merah, dengan indeks Hang Seng dan Nikkei tercatat terkoreksi lebih dari 1 persen, sehingga membatasi ruang penguatan IHSG pada sesi pertama perdagangan.