IHSG Sideways, Borong Saham ANTM, EMAS, ASII, dan ISAT
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street rebound pada Jumat, 11 September 2026 seiring koreksi harga minyak. Namun, yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) bertenor pendek meningkat setelah laporan inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Secara mingguan, ketiga indeks utama ditutup di zona negatif, tertekan aksi jual berlanjut di pasar obligasi, meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga, dan peningkatan harga minyak. Inflasi CPI Agustus sebesar 3,4 persen YoY, seperti bulan sebelumnya, dan sesuai estimasi.
Inflasi inti turun menjadi 2,4 persen YoY dari 2,5 persen YoY. Namun, inflasi bulanan meningkat menjadi 0,4 persen dari 0,1 perssen, dan inflasi inti menjadi 0,3 persen dari 0,2 persen. Indeks Michigan’s consumer sentiment turun pada level 47,8 periode September dari 51,7.
Sementara itu, harga emas ditutup menguat 1,1 persen di level USD4,363 per troy oz, meski data inflasi masih tinggi telah meningkatkan ekspektasi akan kenaikan suku bunga the Fed. Potensi negosiasi mengenai lalu lintas kapal tanker antara GCC, dan Iran telah meredam kenaikan harga minyak di tengah kekhawatiran pasar keuangan terhadap prospek inflasi.
Investor global akan menanti keputusan moneter beberapa bank sentral. Seperti the Fed (16/9), Bank of England (17/9), dan Bank of Japan (18/9). Menurut CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga the Fed sebesar 25 bps pada pekan ini meningkat hingga hampir 87 perssen setelah dirilisnya data inflasi.
Di sisi lain, IHSG ditutup melemah 0,73 persen menjadi 6.541, setelah sempat menyentuh level 6.462. Secara teknikal, IHSG ditutup di atas level MA20. Secara weekly, MACD masih bertahan di level positif, namun Stochastic RSI membentuk Death Cross area overbought. So, iHSG diperkirakan bergerak sideways pada kisaran 6.450-6.700 pekan ini.
Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Aneka Tambang alias Antan (ANTM), Astra International (ASII), Merdeka Gold Resources (EMAS), Merdeka Copper Gold (MDKA), dan Indosat Ooredoo (ISAT). (*)
Related News
Menteri PKP Apresiasi Peran BTN, ini Sebabnya
Waspada Suku Bunga, Begini Potensi Arah IHSG
Pantau Saham Berikut! Pilihan BRIDS dan MNC Hari Ini
Hidup Sehat, Generali Indonesia Lindungi 3 Ribu Pelari Tangerang 10K
IHSG Masuk Tren Bearish? Simak Dulu Proyeksi Berikut
Turun Target, IHSG Disebut Bakal Uji Level 6.600





