EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 28,033 poin atau 0,48% ke level 5.811,751 pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Meski volatile, Indeks masih dibayangi sentimen risk-off dan tekanan likuiditas.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di 5.846,491 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.855,076 sebelum turun ke level terendah 5.795,634.

Volume transaksi tercatat 1,318 miliar saham senilai Rp1,227 triliun dengan frekuensi 104.332 kali. Sebanyak 162 saham menguat, 299 saham melemah, dan 174 saham stagnan.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menyebut IHSG masih rentan dibayangi volatilitas tinggi.

"Kemarin indeks sempat anjlok 5% ke 5.644,2, sebelum memangkas pelemahan dan ditutup turun 1,9% di 5.839,8," ujar Nafan pada Jumat (5/6).

Tekanan jual masih terjadi pada big caps berfundamental kuat seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan ASII.

"Menandakan aksi jual lebih didorong oleh risk-off dan tekanan likuiditas ketimbang faktor fundamental," kata Rully.

Pelemahan BRPT dan BREN juga menambah beban indeks, sementara outflow pasar reguler tetap besar di Rp1,4 triliun.

Dari sisi makro, Rupiah untuk pertama kali ditutup menembus 18.000, sedangkan yield SBN 10Y naik ke 6,80%.

"Kami melihat belum ada katalis kuat dalam jangka pendek untuk menopang IHSG maupun Rupiah. Fokus BI saat ini tampaknya lebih pada menahan outflow melalui yield SRBI yang tetap tinggi," ucap Rully.