EmitenNews.com - Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menilai momentum Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek cenderung bearish.

Menurut Liza, area 6.432–6.377 menjadi support penting yang perlu dipertahankan. Apabila IHSG gagal bertahan di atas area support 6.432–6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju level 6.290 yang merupakan Fibonacci retracement 61,8%.

Sebaliknya, jika terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus area 6.452–6.504. Penguatan selanjutnya perlu melewati 6.509–6.552 sebelum menguji area resistance 6.590–6.732.

“Kiwoom Research menyarankan investor untuk wait & see sambil mencermati kemampuan IHSG bertahan di atas 6.432–6.377 sebagai area support kunci,” kata Liza, Senin (21/9).

Pada perdagangan terakhir, Jumat (18/9), aksi jual masih terjadi terhadap saham BBCA, BMRI, AMMN, TLKM hingga DSSA. Kendati begitu, masih ada aliran dana asing yang masuk ke saham ANTM, BRMS, MDKA, AADI dan INCO.

Sementara itu, Analyst IPOT Sekuritas memperkirakan area 6.589 menjadi resistance terdekat sekaligus level validasi utama.

Kegagalan berulang di bawah 6.589 akan menunjukkan bahwa supply masih dominan. Kondisi tersebut dapat mempertahankan IHSG dalam pola konsolidasi dan meningkatkan risiko kembali melakukan retest terhadap support 6.374.

Dari sisi struktur, 6.374 menjadi level yang paling krusial dalam menentukan apakah konsolidasi saat ini masih bersifat konstruktif atau mulai berubah menjadi bearish.

“Sebaliknya, apabila 6.374 ditembus dan IHSG mampu ditutup di bawahnya, struktur teknikal akan mengalami perubahan signifikan,” tulis IPOT dalam weekly report, dikutip Senin (21/9).