IHSG Tergantung Defisit APBN, BI Rate, dan Depresiasi Rupiah
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup longsor 3,46 persen menjadi 6.370. Pelemahan IHSG akibat tekanan jual setelah beredar rumor pemerintah berencana mengatur ekspor komoditas melalui satu badan khusus bentukan negara.
Efeknya, sejumlah komoditas akan diatur antara lain batu bara, rude palm oil (CPO) hingga mineral logam. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran investor akan ada potensi pengendalian harga jual dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan. Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level 6.400 dengan volume jual meningkat. Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi uji level support 6.250-6.300.
Presiden Prabowo berencana hadir di Rapat Paripurna DPR, dan akan menyampaikan pidato mengenai kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027. Ini merupakan kali pertama kepala negara langsung menyampaikan dokumen di hadapan DPR, lazimnya disampaikan Menteri Keuangan.
Selain itu, investor mengantisipasi hasil rapat dewan gubbernur (RDG) Bank Indonesia (BI) hari ini, Rabu, 20 Mei 2026. Di mana, menurut konsensus, BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5 persen, untuk meredam pelemahan Rupiah. Sedang pertumbuhan kredit April 2026 diperkirakan tumbuh 9,7 persen YoY dari Maret 2026 di level 9,49 persen YoY.
Defisit APBN mencapai Rp164,4 triliun atau setara 0,64 persen product domestic brute (PDB) per 30 April 2026, lebih rendah dibanding defisit pada Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen PDB. Itu antara lain ditopang keseimbangan primer embali mencatat surplus Rp28 triliun akhir April 2026 dari defisit Rp95,8 triliun edisi Maret 2026.
Pendapatan negara meningkat menjadi Rp918,4 triliun dari Rp574,9 triliun, namun belanja negara juga meningkat menjadi Rp1.082,8 triliun dari sebelumnya Rp815 triliun. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham Astra (ASII), Japfa (JPFA), Alfamart (AMRT), Ultrajaya (ULTJ), dan BSI (BRIS) sebagai saham unggulan. (*)
Related News
IHSG Kembali Melemah, KISI: Hari Ini Potensi Duduki 6.300-6.400
IHSG Masih Rawan Koreksi, Pidato Prabowo dan Hasil BI Jadi Kunci
Efek MSCI Berlanjut! IHSG Ambruk ke 6.370, DSSA-TPIA-CUAN Auto Ambles
Manjakan Gen Z, IPOT Sodorkan Aplikasi Trading Berbasis AI Real Time
IHSG Sesi I Terjun 3,08 Persen ke 6.396 saat Pejabat Negara Sidak BEI
KISI Catat 2.000 Rekening Mahasiswa Baru Q1-2026, Ada Challenge Lagi!





