EmitenNews.com - Tekanan jual di pasar saham domestik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), melanjutkan koreksi tajam yang terjadi sehari sebelumnya.

IHSG ditutup melemah 101,28 poin atau 1,70% ke level 5.839,78. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang yang cukup lebar dengan level tertinggi 5.924,50 dan sempat menyentuh titik terendah harian di 5.644,23.

Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang terkoreksi. Sebanyak 623 saham ditutup melemah, hanya 106 saham yang berhasil menguat, sementara 85 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan tetap berlangsung ramai dengan volume transaksi mencapai 39,68 miliar saham, frekuensi 2,3 juta kali, serta nilai transaksi sebesar Rp25,53 triliun.

TPIA Kembali Jadi Sorotan

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menjadi pusat perhatian pelaku pasar. Setelah mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya, saham emiten Grup Barito milik pengusaha Prajogo Pangestu itu kembali ambles 14,86% ke level Rp1.375 per saham.

TPIA juga menjadi saham teraktif berdasarkan nilai transaksi dengan total perdagangan mencapai Rp3,7 triliun, menjadikannya salah satu kontributor utama terhadap volatilitas IHSG dalam beberapa hari terakhir.

Selain TPIA, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar kembali menjadi sasaran aksi jual investor.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,8% ke Rp5.425 dengan nilai transaksi Rp3 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkoreksi lebih dalam sebesar 3,1% ke Rp2.810 dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun. Sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 1,98% ke Rp3.970 dengan transaksi mencapai Rp1,3 triliun.

AMMN dan ANTM Melawan Arus