IHSG Tertekan, Investor Jual Masif BYAN
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas melemah tipis. Sikap hati-hati investor mencermati perkembangan antara Amerika Serikat (AS), dan Iran menjadi katalis negatif. Kondisi tersebut memaksa Dow Jones, dan S&P 500 harus berakhir di zona merah.
Di sisi lain, lonjakan saham sektor teknologi berhasil membawa Nasdaq untuk kali kesekian kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, harga minyak mentah bergerak turun, WTI minus 1,24 persen menjadi USD94,59 per barel, dan Brent anjlok 1,09 persen menjadi USD99,25 per barel.
Itu tersaji setelah presiden AS Donald Trump mengatakan pertemuan dengan delegasi Iran selama tiga jam berjalan sangat baik. Trump dalam pidato sidang umum PBB mengatakan ia harus mengambil keputusan besar apakah melanjutkan kesepakatan besar dengan Iran atau memusnahkan negara tersebut.
Trump yakin AS dan Iran akan mencapai kesepakatan setelah pemilu sela. Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street, aksi jual masif investor terhadap saham berkapitalisasi besar yaitu BYAN, aksi jual investor asing, dan pelemahan nilai tukar rupiah diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Sementara itu, penguatan harga beberapa komoditas seperti nikel, timah, emas, tembaga, dan batu bara berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Investor juga akan mencermati keputusan BI rate dengan konsensus akan dipertahankan pada level 5,75 persen.
IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.215-6.150, dan resistance 6.340-6.400. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Petrindo (CUAN), Amman (AMMN), Pertamina Energy (PGEO), Hartadinata (HRTA), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Indosat (ISAT). (*)
Related News
Dibuka Labil, IHSG Kembali ke Zona Merah usai Sempat Menguat ke 6.321
Jelang Jatuh Tempo Obligasi, IIF Bidik Rp2 Triliun dari Utang Baru
BI Rate Tetap, Saham ini Layak Koleksi
Rayu Investor Bangun Data Center, Bahlil Tawarkan Ini
Menkeu Minta Bea Cukai Amankan Pasar dari Gempuran Impor
Malam Puncak Acara EmitenNews Awards 2026, Ini Jawara yang Dicari





