IHSG Tertekan, Serok Saham BBTN, MYOR, INDY, dan ELSA
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot 2,16 persen menjadi 7.378.. Secara teknikal, IHSG telah breakdown support 7.500, dan didukung volume. Histogram positif MACD makin menyempit, dan berpotensi membentuk Death Cross. Stochastic RSI mengarah turun di area pivot.
Dengan begitu, diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan, menutup gap down 7.308, dan menguji level 7.300. Sentimen negatif antara lain dari pelemahan Rupiah sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar Amerika Serikat (USD), dan ditutup pada level Rp17.286 per USD di pasar spot.
Itu menjadi level penutupan terburuk bagi Rupiah sepanjang masa, dan merupakan pelemahan paling dalam di Asia. Pelemahan Rupiah relatif cepat di luar estimasi pasar sebelumnya. Penutupan Selat Hormuz berlarut-larut membuat harga minyak bertahan di harga tinggi, menimbulkan potensi inflasi, dan defisit anggaran belanja melebar.
Data uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 9,7 persen YoY menjadi Rp10.355 triliun edisi Maret 2026, berakselerasi dari pertumbuhan 8,7 persen YoY periodeFebruari 2026. Kenaikan itu, didorong peningkatan uang beredar M1 sebesar 14,4 persen YoY, dan uang kuasi 5,2 persen YoY.
Perkembangan M2 itu, juga dipengaruhi tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, dan penyaluran kredit. Itu diperkirakan seiring adanya Hari Raya Idulfitri Maret 2026 sehingga jumlah uang beredar meningkat untuk transaksi, investasi, dan konsumsi.
Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham unggulan berikut. Yaitu, Bank Tabungan Negara (BBTN), Elnusa (ELSA), Indika Energy (INDY), Tempo Scan Pacific (TSPC), dan Mayora Indah (MYOR). (*)
Related News
28 Persen Kemasan Industri Mamin Kini Berbasis Kertas
Demi AI, Meta Tega PHK 8.000 Karyawan
Lima Hari Susuri Zona Merah, IHSG Pagi Dibuka Sideways
Harga Minyak Ogah Turun, IHSG Alami Aksi Jual Lanjutan
IHSG Lanjut Koreksi, Analis Soroti Area 7.245-7.354
BTN Perkuat Modal, Akselerasi Kredit, dan Akuisisi Portofolio





