IHSG Tertekan, Serok Saham SSIA, BRIS, HMSP hingga AMRT
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup menguat tipis. Itu terjadi di tengah fluktuasi harga minyak mentah, dan imbal hasil obligasi pemerintah. Di sisi lain, investor cukup optimistis konflik geopolitik Timur Tengah segera mereda.
Pada awal sesi, harga minyak mentah, dan imbal hasil obligasi pemerintah sempat mengalami kenaikan namun kemudian berbalik turun. Kondisi itu, tersaji setelah ada laporan pemimpin tertinggi Iran memutuskan akan tetap mempertahankan Uranium disimpan di dalam negeri, dan tidak dipindahkan atau diberikan pihak lain.
Keputusan tersebut dinilai akan makin mempersulit tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Aksi jual masif investor pada saham-saham keluar MSCI, koreksi harga mayoritas komoditas, dan depresiasi rupiah berlanjut diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Dengan demikian, IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan dengan kisaran support 6.000-5.900, dan resistance 6.190-6.285. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham HM Sampoerna (HMSP), Wismilak (WIIM), Charoen (CPIN), BSI (BRIS), Surya Semesta (SSIA), dan Sumber Alfaria (AMRT). (*)
Related News
RI-UE Bebaskan Tarif 98% Pos Dagang, Emiten Sektor ini Siap Panen
RI Kejar Target EBT 21%, Jerman Kucurkan 2,3 Miliar Euro
PDB Halal Rp5.000 T, RI Kalah Agresif dari Malaysia
IHSG Loyo 0,37 Persen, PICO Justru Pimpin Top Gainers, Simak!
IHSG Berbalik Merah, BUMI Rajai Transaksi Meski Harga Turun
IHSG Koreksi 0,69 Persen ke 6.480 di Sesi Siang, Sektor Kesehatan Drop





