EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (27/7/2026) berakhir di zona merah. Indeks komposit turun tipis 10,46 poin atau 0,17% ke level 6.185,78. Saham big banks mendominasi transaksi pada hari ini.

Pelemahan indeks sudah dimulai sejak pembukaan perdagangan pagi di level 6.185,79. Sempat berbalik arah menguat, kuatnya aksi jual akhirnya membuat IHSG tak bisa bertahan lama di zona hijau.

Sebanyak 341 saham melemah dan hanya 307 saham yang menguat. Sebanyak 147 saham lainnya stagnan.

Total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 27,70 miliar saham dengan frekuensi 1,81 juta kali dan nilai transaksi Rp12,13 triliun.

Saham big banks mendominasi transaksi usai pengumuman mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pagi ini.

Bank Mandiri (BMRI) mencatat transaksi terbesar Rp958,3 miliar dan harga sahamnya menguat 0,73% ke Rp4.160. Bank Central Asia (BBCA) di tempat kedua sebesar Rp783,8 miliar dan harga sahamnya naik 0,40% ke Rp6.300 per saham.

Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang mencatat nilai transaksi terbesar berikutnya Rp593,3 miliar malah mencatat penurunan harga 0,34% ke Rp2.950 per saham.

Top Gainers dan Losers LQ45

Saham Solusi Sinergi Digital (WIFI) kembali menguat dan tertinggi di jajaran 45 saham terlikuid yaitu sebesar 6,31% ke Rp2.010. Menyusul Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) naik 3,58% ke Rp7.950, dan Pertamina Geothermal Energy (PGEO) naik 3,55% ke Rp1.020 per saham.

Di lain sisi, anggota LQ45 yang mencatat penurunan terdalam yaitu Mitra Adiperkasa (MAPI) turun 6,25% ke Rp1.425, disusul Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) melemah 4,73% ke Rp1.310, dan Essa Industries (ESSA) merosot 4,69% ke Rp610 per saham.