EmitenNews.com - IHSG berhasil ditutup menguat 2,056% ke level 6.417,32 pada perdagangan Rabu (06/10/21) dengan nilai Transaksi 21,81 Triliun. Kenaikan IHSG berhasil menembus area Resist pada level 6400 dengan adanya beberapa sentimen positif yang ikut mendorong laju IHSG seperti pelonggaran PPKM, menurunnya kasus positif covid-19 terendah semenjak bulan Juni, serta penguatan harga dari komoditas Oil & Coal seiring meningkatnya pesanan dari luar negri. 


Indra Tedja Kusuma selaku analis Sucor Sekuritas mengatakan, secara teknikal IHSG berhasil breakout resist area 6310 sehingga berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji pada area level 6390/6440. Adapun Indikator Moving Average masih menunjukan tren kenaikan serta penguatan Indikator stochastic pada area overbought.


Saham-saham pilihan yang sangat baik untuk diperhatikan pada perdagangan kali ini menurut Indra adalah EMTK, AGRO, BBYB, MARI, DGNS dan LSIP.


EMTK Buy On Weakness dengan support di 1675 cutloss jika break di bawah 1650 Jika tidak break di bawah 1700 potensi naik ke 1760 - 1790 short term. 


AGRO Buy Weakness dengan support di 2100 cutloss jika break di bawah 2060 jika tidak break di bawah 2120 potensi naik ke 2190 - 2240 short term. 


BBYB Buy On Weekmess dengan support 1460 cutloss jika break di bawah 1430 Jika tidak break di bawah 1485 potensi naik 1550 - 1600 short term. 


MARI Buy On Weakness dengan support di 468 cutloss jika break di bawah 454 Jika tidak break di bawah 480 potensi naik ke 494 - 515 short term. 


DGNS Buy On Weekness dengan support di 795 cutloss jika break di bawah 770 Jika tidak break di bawah 810 potensi naik ke 850 - 900 short term. 


LSIP Spekulasi Buy dengan support 1440 cutloss jika break di bawah 1415 Jika tidak break di bawah 1465 potensi naik 1530 - 1580 short term. 


Sementara sentimen yang membayangi antaranya keinginan pemerintah untuk mendorong dominasi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia berpotensi menjadi pisau bermata dua, dikarenakan factor keekonomian pembangkit EBT masih menjadi tantangan yang harus dihadapi.


Keinginan pemerintah tersebut tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2021-2030, dimana untuk pertama kalinya, penambahan pembangkit listrik dalam 10 tahun akan didominasi oleh EBT yang mencapai 51.6% dari total kapasitas yang akan dibangun. Peningkatan bauran EBT dapat mengakibatkan harga listrik melonjak, sehingga kebijakan subsidi dan kompensasi akan terus dilakukan.