EmitenNews.com—Setelah pada perdagangan kemarin, IHSG menguat 11,80 poin atau 0,16% ke level 7.254,46. Laju indeks perkirakan akan ada di range resistance  7295 sedangkan garis bawah atau support ada di level 7080.


Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, HSG berpotensi uji resistance di 7280-7300 di Selasa (13/9). Secara teknikal, IHSG masih bergerak di atas MA20 seiring Stochastic RSI yang kembali membentuk golden cross di Senin (12/9).


Salah satu sentimen positif adalah pernyataan Kementerian Keuangan RI bahwa kenaikan inflasi (secara mom) diperkirakan kembali normal mulai Oktober 2022. Kemenkeu memperkirakan inflasi mencapai 1.38% mom di September 2022, sebelum melambat ke 0.45% di Oktober dan 0.27% di November 2022. Dengan demikian, inflasi tahunan diperkirakan di 6.3%-6.7% yoy di 2022.


Di sisi lain, Kemenkeu masih optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5.1%-5.4% yoy di 2022. Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa kenaikan harga BBM tidak berdampak signifikan pada laju pertumbuhan ekonomi, setidaknya di 2022.


Meski demikian, kekhawatiran penurunan kinerja ekspor di Agustus 2022 masih membayangi IHSG. Pasar mengantisipasi proyeksi penurunan surplus Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) di Agustus 2022 (15/9).


Mempertimbangkan sentimen di atas, saham-saham consumer goods yang sempat tertekan dalam sebulan terakhir bisa kembali diperhatikan. Antara lain, UNVR, ICBP, JPFA, MAPI, MYOR dan ERAA. Selain itu, potensi bullish continuation pada CPIN, ASII, BBNI, BBRI dan BMRI juga dapat dicermati pada perdagangan Selasa (13/9).