Ikuti Jejak Wall Street, IHSG Siap Melenting
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup bervariasi mayoritas menguat tipis. Itu seiring saham produsen semikonduktor masih dalam tekanan. Apalagi, perhatian investor terkonsentrasi terhadap perkembangan geopolitik Timur Tengah. Sejatinya awal sesi indeks sempat bergerak menguat.
Gerak positif itu, sejalan koreksi harga minyak mentah dipicu kabar kalau Pakistan tengah mengupayakan usaha baru untuk memulai negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meski dengan hambatan sangat besar. Seperti diketahui awal pekan lalu, presiden AS Donald Trump akan membuat keputusan apakah Amerika melakukan serangan besar terhadap Iran pasca-konflik meluas ke laut merah.
Sementara itu, New York Time melaporkan Trump mengadakan pertemuan dengan penasihat terbaiknya,, dan pejabat senior kabinet untuk memutuskan apakah konflik dengan Iran akan diperbesar atau tidak. Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, dan koreksi harga minyak mentah usai AS membatalkan rencana serangan besar-besaran ke Iran diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Di sisi lain, aksi jual masif investor asing berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 27 Juli 2026, IHSG akan mengitari kisaran support 6.105-6.015, dan resistance 6.290-6.380.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, ?AKR Corporindo (AKRA), Merdeka Gold (EMAS), Unilever (UNVR), Indosat Ooredoo (ISAT), Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), dan Alamtri Resources Indonesia (ADRO). (*)
Related News
Gubernur BI Mendadak Mundur, IHSG Sempat Dibuka Merah!
PT Pos Indonesia Bayar Kompensasi Keterlambatan Sukuk
Proyeksi IHSG Usai Gubernur BI Mundur, Analis Cermati Sektor Perbankan
Sentimen BI Masih Topang IHSG, Simak Analisis KISI
IHSG Rawan Koreksi, Pantau Saham-Saham Ini
Perang Meluas, IHSG Lanjut Tertekan





