Ikuti Wall Street, IHSG Cenderung Menguat
:
0
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan saham melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kembali ditutup menguat. Itu seiring lanjutan penguatan saham emiten sektor teknologi berkapitalisasi besar. Selain itu, berkat sikap abai investor terhadap ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Sementara itu, tambahan sentimen positif juga datang dari risalah rapat The Fed bulan lalu. Di mana, The Fed mengungkap sebagian besar anggota menginginkan pemangkasan suku bunga acuan dalam jumlah besar, seperti yang telah diputuskan yaitu pemangkasan suku bunga 50 basis points (bps).
Lompatan kembali indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, koreksi harga mayoritas komoditas, dan aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan.
Oleh sebab itu, sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 10 Oktober 2024, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan IHSG akan menjelajahi kisaran support 7.450-7.400, dan resistance 7.550-7.600.
Merujuk pada data tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, RS Hermina (HEAL), Bank BCA (BBCA), Adaro (ADRO), XL Axiata (EXCL), Essa Industries (ESSA), dan Aspirasi Hidup Indonesia (ACES). (*)
Related News
Semakin Dekat ke 6.000, IHSG Kamis Terjun Bebas 3,54 Persen
Breaking: IHSG Kebakaran, Anjlok 3,33 Persen Sentuh Level 6.108,
Ratusan Relawan Manulife Indonesia Ramaikan Impact Week Perdana
IHSG Sesi I Memerah 2,76 Persen ke 6.144, Semua Sektor Bonyok
Jaga Usaha Peternak, Harga Ayam Hidup Disepakati Minimal Rp19.500/Kg
IHSG Dibuka Hijau, Tapi Kemudian Anjlok 1 Persen Lebih, Ada Apa?





