EmitenNews.com - Mengawali perdagangan tahun ini, indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat tipis. Itu ditopang lompatan saham produsen Chip. Nvidia misalnya melonjak 1,26 persen, dan Micron Technology meroket 10,51 persen. 

Sepanjang 2025, kedua saham tersebut juga membukukan kenaikan signifikan. Nvidia melesat 39 persen, dan Micron melambung240 persen berkat booming teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelegent (AI). Sementara itu, saham teknologi lain khusus pembuat peranti lunak justru tekor.

Misalnya, Salesforce minus 4,26 persen, CrowdStrike terdilusi 3,2 persen, Palantir Technologies susut 5,56 persen, dan Microsoft menukik 2,21 persen. Hasil tersebut membuat Nasdaq harus berakhir di zona merah. Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, lonjakan harga emas, dan aksi beli investor asing menanjak diprediksi menjadi sentimen positif pasar. 

Penarikan dana SAL Rp75 triliun dari perbankan BUMN berpotensi menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 5 Januari 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 8.660-8.570, dan resistance 8.835-8.925.

Berdasar data dan fakta itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Bumi Minerals (BRMS), Antam (ANTM), Archi (ARCI), J Resources (PSAB), Elnusa (ELSA), da? Medco Energi (MEDC). (*)