EmitenNews.com - PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) menetapkan tidak ada pembagian dividen maupun penyisihan cadangan wajib, imbas rugi bersih pada tahun buku 2025.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Selasa (7/4/2026) lalu. Rapat ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 921.635.900 saham atau 71,23% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan.

Keputusan tersebut, merupakan salah satu dari empat mata acara yang dibahas dalam forum RUPS.

Merujuk pada laporan keuangan BIKE pada tahun 2025, tercatat laba bersih pada kuartal III sebesar Rp7,4 miliar, naik dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 sebesar Rp4,8 miliar.

Kendati demikian, secara full year 2025, BIKE mencatatkan rugi bersih sebesar Rp24,4 miliar, menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencatat laba bersih Rp12,6 miliar. Kondisi ini mengakibatkan, rugi per saham tercatat Rp18,89 pada akhir 2025.

Jika ditelusuri sejarahnya, BIKE telah berdiri sejak 2017 dengan nama PT Sepeda Bersama Indonesia, dengan capaian bekerja sama dengan 319 dealer yang tersebar di seluruh Indonesia pada 2021.

Karena catatan itu, pada tahun yang sama BIKE menjadi distributor terbesar untuk sepeda Genio, United dan Avand. Lalu, pada 2022 secara perdana melantai di bursa (IPO) dengan kode saham BIKE.

Adapun pada perdagangan Kamis (9/4) saham BIKE dibuka pada level Rp436, dengan kinerja selama year to date mengalami penurunan signifikan sebesar 38,65 persen atau ambrol 286 poin ke level Rp454.(*)