Syahrul menjelaskan, Kementan tak punya kedudukan hukum atau legal standing untuk menolak rencana impor tersebut. Sebab, penugasan impor bukan kepada Kementan. Karena itu, mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu, menyatakan pihaknya tak bisa mengambil sikap secara tegas menolak atau menyetujui impor beras. "Jadi kalau penindakan langsung Kementan, penolakan dan lain-lain, saya tidak ada legal standing, saya minta maaf." ***
Related News
Ekspor Tuna hingga Tongkol ke Jepang Bisa Dapat Tarif 0 Persen
Menaker: Sertifikasi Profesi Harus Murah dan Mudah Diakses
Demi Angkat Harga, Pemerintah Pangkas Produksi Nikel 260 Juta Ton
Produksi BBM Euro 5 Akselerasi Industri Otomotif Modern
Posisi Utang LN Swasta November 2025 Turun USD500 Juta
Berkembangnya Teknologi AI, Ubah Peta Investasi Properti di Indonesia





