EmitenNews.com - Vale Indonesia (INCO) menghabiskan dana eksplorasi USD1,44 juta. Dana itu, untuk kegiatan eksplorasi edisi Januari, Februari, dan Maret 2026. Daerah eksplorasi yaitu Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Rincian kegiatan eksplorasi periode Januari 2026 Blok Pomalaa menyedot belanja USD499,73 ribu. Lalu, pada Februari 2026 menghabiskan USD458,12 ribu, dan Maret 2026 menelan anggaran USD486,37 ribu. Kegiatan eksplorasi masih berlanjut, dan fokus pada daerah-daerah wilayah izin usaha pertambangan khusus.

Eksplorasi memakai metode pengeboran core drilling HQ-3 dengan jarak 100 meter dan 50 meter untuk peningkatan level sumber daya di area Blok 1 Tetenggala, dan Blok 1 Lalombundi (Blok Pomalaa). Survei geofisika menggunakan metode Geolistrik Electrical Resistivity Tomography (ERT) dengan pengukuran di area Blok 1 Tetenggala (Blok Pomalaa).

Hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan sumber daya, dan cadangan dengan metode ordinary krigging di Sorowako. Rencana tindaklanjut yaitu Blok Pomalaa akan melanjutkan kegiatan pengeboran dengan jarak 100 meter dan 50 meter di area Blok 1 Tetenggala (Blok Pomalaa). 

Kemudian, pengukuran geofisika dengan menggunakan metode Geolistrik (ERT) akan melanjutkan pengukuran di Blok 1 Lalombundi (Blok Pomalaa). Seluruh aktifitas pengeboran direncanakan untuk mendapat profil laterit yang lengkap. (*)