EmitenNews.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) proyek pertambangan di wilayah operasi Morowali dan Pomalaa akan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

Direktur Vale Indonesia (INCO) Rizky Andhika Putra mengatakan bahwa di Morowali tambang fase 1 telah beroperasi sejak tahun 2025, sedangkan untuk fase kedua masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan rampung akhir tahun 2026.

“Morowali kita punya dua fase, fase pertambangan dan fase pembangunan smelter atau HPAL. Untuk HPAL, dua autoclave sudah tiba, dan autoclave terakhir tiba di akhir bulan ini, atau awal bulan Oktober,” kata Rizky dalam press conference Public Expose Live, Kamis (10/9).

Sementara itu, untuk tahap mechanical completion di Morowali tetap sesuai rencana awal yakni rampung di akhir tahun 2026, dan mulai ramp-up di awal tahun 2027 untuk mencapai produksi 60-66 ribu ton MHP (Mixed Hydroxide Precipitate).

Sedangkan proyek pertambangan di Pomalaa menjadi salah satu yang progresnya cukup pesat. Saat ini, proyek tambang di Pomalaa memasuki tahap commissioning dan bersiap feeding awal dengan kapasitas 120 ribu ton MHP.

“Untuk Pomala lebih advance, progresnya lebih jauh sekarang. Sementara dalam tahap commissioning, siap untuk menyuplai ore limonite ke pabrik. Insya Allah dalam waktu dekat, kita mulai feeding, dan kita akan tes pabrik dengan kapasitas 120 ribu ton MHP di Pomalaa,” tutur Rizky.

Terakhir, progres proyek pertambangan di Sorowako pun hampir sama. Menurut Rizky, untuk mining-nya sendiri sudah cukup baik, dan limonite-nya sudah disimpan sementara (stockpiling).

Namun, pengerjaan konstruksi HPAL masih dalam tahap early work dikarenakan masih dalam tahap analisis, serta design engineering khusus untuk slurry pipeline kurang lebih 60 kilometer.

“Sedangkan HPAL-nya sendiri di kawasan industri Malili, itu sementara dalam proses pembangunan jetty, termasuk juga menyelesaikan pembebasan lahan di kawasan tersebut. Tapi, sekali lagi, untuk Morowali dan Pomala sesua target, dalam waktu dekat,” pungkasnya.