Kode Morgan Stanley Jual–Beli & Repo GOTO Jelang BEI Buka Batas Rp50
:
0
Gedung Gojek. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Morgan Stanley akhir-akhir ini melakukan serangkaian manuver transaksi jual-beli dan repo saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) jelang pembukaan batas harga minimum Rp50 oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan keterbukaan informasi, Morgan Stanley melakukan transaksi 7,4 miliar saham pada 4 September 2026 melalui Pasar Negosiasi (NG). Transaksi tersebut merupakan repurchase agreement atau repo dengan rincian 1,45 miliar lembar di harga Rp27 dan 5,95 miliar lembar di harga Rp25. Total nilainya mencapai Rp186,64 miliar.
Akibat transaksi itu, kepemilikan Morgan Stanley turun dari 7,3801% menjadi 6,9897%. Namun, penurunan ini belum tentu berarti aksi keluar.
"Statusnya tercatat indirect dan non-pengendali sehingga belum tentu seluruh exposure tersebut merupakan proprietary position (kepemilikan) Morgan Stanley," ujar Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Kamis (10/9/2026).
Liza menjelaskan harga Rp25 di Pasar NG terbentuk dari kesepakatan bilateral.
"Harga Rp25 di Pasar NG dapat mencerminkan kesepakatan bilateral serta haircut atas collateral, bukan semata-mata ekspektasi bahwa GOTO di pasar reguler akan turun menuju level tersebut," ungkap Liza.
Pada sesi 1 perdagangan Kamis (10/9/2026), tercatat transaksi GOTO di harga Rp25 sebanyak 3,72 miliar saham senilai Rp93,1 miliar. Namun, belum dapat dipastikan apakah itu bagian dari repo Morgan Stanley.
Saham GOTO di pasar reguler saat ini masih mentok di batas floor price Rp50 sejak 4 Mei 2026. BEI menargetkan perubahan fraksi harga minimum dari Rp50 menjadi Rp1 pada pekan ketiga atau keempat September 2026. Penundaan terjadi karena 8 Anggota Bursa belum siap secara sistem.
Dari sisi fundamental, GOTO justru mencatatkan perbaikan. Emiten ini membukukan laba bersih 2 kuartal berturut-turut: Rp171 miliar pada 1Q26 dan Rp252 miliar pada 2Q26. Pendapatan bersih 2Q26 naik 31% y/y menjadi Rp5,7 triliun. Group Adjusted EBITDA melonjak 137% y/y ke Rp1,01 triliun.
Kinerja didorong segmen fintech. Adjusted EBITDA GoPay mencapai Rp481 miliar atau tumbuh 447% y/y. Capaian itu membantu menahan tekanan di On-Demand Services setelah penerapan batas komisi 8% untuk ojek online. GOTO mempertahankan guidance Group Adjusted EBITDA 2026 di Rp3,2-Rp3,4 triliun.
Related News
Tambah Porsi, Enam Direktur Kini Kuasai Hampir 19 Juta Saham BRMS
Perkuat Konektivitas Udara, Garuda Kembali Layani Rute Makassar-Palu
Raih Persetujuan PMTHMETD, Begini Rencana Besar Ultra Voucher (UVCR)
Pendapatan Lautan Luas (LTLS) Rp8,2T, Laba Bersih Meningkat 63,1%
Bidik Pasar Eskpor, INAF Teliti Kratom untuk Tingkatkan Nilai Tambah
Raup USD25,09 Juta, Laba Emiten Hapsoro Terbang 113,21% di Q3 2026





