EmitenNews.com - Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menyampaikan bahwa kegiatan pertambangan batubara di periode Januari hingga Maret 2024 merupakan kelanjutan aktivitas yang dilakukan 4 anak usaha pada periode bulan sebelumnya melalui anak usahanya 

Monika Ida Krisnamurti Corporate Secretary ITMG dalam keterangan tertulisnya (8/4) menuturkan keempat anak usaha tersebut yaitu PT Indominco Mandiri, PT Trubaindo Coal Mining, PT Bharinto Ekatama dan PT Jorong Barutama Greston dengan menghabiskan biaya sebesar Rp11,85 miliar.


Adapun kegiatan eksplorasi dilaksanakan oleh Departemen Geologi dengan fokus diutamakan pada aktivitas Pengeboran preproduction dan development dengan metode Pengeboran lubang terbuka (Open hole) dan Pengeboran inti (Coring) di masing  masing anak perusahaan PT. Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM).

Trubaindo Coal Mining melakukan eksplorasi pada area Blok Selatan yang terletak pada Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur telah dilakukan oleh pihak Kontraktor Jasa Pengeboran PT. Cosyindo Teknik (CT). 

 

Pada periode Januari - Maret 2024, telah dilakukan kegiatan pengeboran preproduction pada Blok Selatan (SB2), sedangkan untuk Blok Selatan (SB3) masih menunggu izin PPKH Eksplorasi disetujui oleh KLHK dengan biaya sebesar Rp1.099.625.486.

Sementara itu Operasional Pengeboran PT. Indominco Mandiri dilakukan pada Blok Barat dan Blok Timur yang terletak pada Kecamatan Sangatta Kabupaten Kutai Timur, Kecamatan Marang Kayu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Bontang Utara dan Selatan Kabupaten Bontang, Provinsi Kalimantan Timur dilakukan oleh pihak Kontraktor Pengeboran PT. Geryndo Utama (GU) dengan menggunakan empat (4) unit Jackro 175

 

Pada periode Januari - Maret 2024, PT. Indominco Mandiri hanya melakukan aktivitas pengeboran di Blok Barat berupa pengeboran pre-production sebanyak 78 lubang dengan kedalaman 5.857 meter berupa pemboran open hole sebanyak 54 lubang dengan kedalaman 5.672 meter dan pemboran coring sebanyak 24lubang dengan kedalaman 185 meter diarea pit 24, pit 13HWPB dan pit SWB.

Sementara Pada Blok Timur tidak ada aktifitas pengeboran di wilayah ini. Pada kegiatan pemboran preproduction tersebut dilakukan pengambilan sample sebanyak 149 ply sample. Guna mendukung kegiatan penambangan selama bulan Januari - Maret 2024 telah dilakukan pengambilan sampel batubara sebanyak 361 sampel yang didapat dari area existing pit dan ROM. Biaya total pengeboran untuk periode Januari - Maret 2024 adalah sebesar Rp1.913.598.364.

 

Adapun Operasional Pengeboran PT Bharinto Ekatama berlokasi di Kec. Damai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur dan Kec.Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah dengan wilayah kerja seluas 17.311 Ha sebagaimana terdapat pada lampiran surat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara bertanggal 12 April 2017 (luasan sebelumnya adalah 22.000 Ha).

Luasan wilayah kerja tersebut terbagi menjadi tiga area utama (blok), yakni Blok Biangan seluas 4.707 Ha (wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah), Blok Lempenang seluas 7.943 Ha (wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah) dan Blok Tenaik (sebelumnya bernama Blok Skidding) seluas 4.661 Ha (seluruhnya wilayah Kalimantan Timur).

 

Pada periode Januari - Maret 2024, PT Bharinto Ekatama melakukan aktifitas pengeboran pra produksi di Blok Lempanang pada 130 Lubang bor dengan kedalaman 7471 meter untuk Open Hole dan 9238 meter bor inti (Coring) dan kegiatan eksplorasi pada Blok Tenaik dengan ijin PPKH Eksplorasi di Tahun 2023, untuk kegiatan pengeboran telah dilakukan pengeboran eksplorasi pada 78 lubang bor dengan kedalaman 9341 meter untuk Open Hole dan 506 meter bor inti (Coring) dengan biaya sebesar Rp8.844.936.194.