INET, FiberHome, Surge, Nokia, SGI & Weave (NTT) Bangun Kabel Laut
:
0
Ki-ka: Dinesh Ganwani, President Director Nokia Indonesia, Raghav Sahgal, Chief Customer Officer at Nokia OYJ, Fadel Muhammad, Komisaris PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge), Wu Haibo, Chairman Director FiberHome, Jason Lin, Chief Executive Officer PT FiberHome Technologies Indonesia, Bastian Sembiring, Chief Executive Officer PT Sarana Global Indonesia, Muhammad Arif, Chief Executive Officer PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, Yune Marketatmo. Director & Group CTO PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Huang Liang, Huang Liang, Marketing Director FiberHome Submarine, Yasuyuki Nagae, President and CEO NTT e-Asia dan Director PT Integrasi Jaringan Ekosistem (JV Surge dan NTT East), saat penandatangan MoU pembangunan kabel laut di 14 titik se Indonesia sepanjang 6.870 KM. DOK/INET
EmitenNews.com - Sebuah konsorsium yang terdiri dari PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT FiberHome Technologies Indonesia (FiberHome), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge/WIFI), Nokia, PT Sarana Global Indonesia (SGI), dan NTT Group melalui Weave memprakarsai pembangunan Synergy Gateways of Indonesia Cable System (SGI Cable System), sistem komunikasi kabel laut sepanjang sekitar 6.870 kilometer yang dirancang menghubungkan 14 titik pendaratan di berbagai pulau di Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) di Singapura pada 23 September 2026. Di dalam konsorsium, SGI, anak usaha yang 60% sahamnya dimiliki INET, berperan sebagai pengembang dan pelaksana penggelaran sistem, sementara INET berperan sebagai pemegang saham mayoritas SGI dan pengguna kapasitas. FiberHome menjadi mitra teknologi dan pemasok sistem kabel laut, Nokia sebagai penyedia teknologi jaringan optik, dan Surge sebagai pengguna kapasitas untuk mendukung layanan broadband. NTT Group berpartisipasi melalui Weave (PT Integrasi Jaringan Ekosistem/IJE), perusahaan patungan Surge dan NTT East, sebagai mitra jaringan tulang punggung dan distribusi kapasitas.
SGI Cable System dirancang menghubungkan Jakarta, Pontianak, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Balikpapan, Banyu Urip, Singaraja, Mataram, Makassar, Palu, Manado, Bitung, Ambon, hingga Sorong, sehingga menyatukan konektivitas wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur dalam satu sistem. SGI Cable System dirancang dengan 16 pasang serat optik, kapasitas sistem 25 Tbps, dan usia desain 25 tahun.
Pembangunan sistem ini diarahkan untuk memperbesar kapasitas dan memperkuat infrastruktur konektivitas digital nasional seiring pertumbuhan trafik data, serta mendukung kebutuhan konektivitas yang berkembang bersama ekspansi pusat data, komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan layanan digital di Indonesia. Proyek ditargetkan mencapai tahap Ready for Service (RFS) pada akhir 2028.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, mengatakan kehadiran konsorsium memperkuat langkah INET di bisnis kabel laut setelah kepemilikan 60% saham SGI.
“Kepemilikan mayoritas di SGI merupakan langkah strategis bagi INET. Dengan dukungan mitra-mitra konsorsium, kami membangun infrastruktur kabel laut yang memenuhi kebutuhan kapasitas Grup INET yang terus berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem infrastruktur digital yang kami kembangkan,” ujar Muhammad Arif.
Direktur Utama SGI, Bastian Sembiring, mengatakan SGI yang sebelumnya berfokus pada layanan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) serta pemeliharaan sistem kabel laut kini mengembangkan kapabilitas sebagai pemilik dan operator.
“Dengan pengalaman penggelaran dan pemeliharaan kabel laut sejak tahun 2000, kami memahami kebutuhan dan tantangan pembangunan infrastruktur kabel laut di Indonesia. Bersama konsorsium, pengalaman tersebut kami gunakan untuk membangun sistem yang melayani kebutuhan internal grup sekaligus pertumbuhan kebutuhan pasar,” ujar Bastian.
Chief Executive Officer PT FiberHome Technologies Indonesia, Jason Lin, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pembangunan sesuai jadwal. “FiberHome menargetkan seluruh material yang dibutuhkan untuk pembangunan SGI Cable System tiba di Indonesia sekitar September 2027, dengan memenuhi standar teknologi dan kualitas yang dipersyaratkan,” ujar Jason.
Presiden Direktur Nokia Indonesia, Dinesh Ganwani, mengatakan, “Nokia mendukung SGI Cable System dengan teknologi jaringan optik berkapasitas tinggi agar sistem ini siap menjawab pertumbuhan trafik AI, komputasi awan, dan pusat data di Indonesia.”
Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk, Hendrik Tee, mengatakan, “Konektivitas antarpulau yang andal menjadi fondasi perluasan layanan internet terjangkau Surge. Partisipasi kami dalam konsorsium ini memastikan ketersediaan kapasitas jaringan tulang punggung untuk menjangkau lebih banyak rumah tangga di seluruh Indonesia.”
Related News
Mesin Laba Astragraphia (ASGR), Bos: Peranan AI Dongkrak Model Bisnis
Kompak! Komisaris dan Dirut Astra (ASII) Gulung Jutaan Lembar
Morgan Stanley Borong Lagi Saham GOTO Jelang Harga Rp1 Berlaku
Prospek CPO 2027 Cerah, Astra (AALI) Siapkan Capex Rp1,5T & Replanting
HSBC Masuk, Apexindo (APEX) Siapkan 218 Juta Saham Baru
ARA 6 Kali Beruntun, ini Alasan Duo Raja Kripto Akuisisi TRUK





