Inflasi, Bursa Siang Awal Oktober Melengos Turun ke Dasar Level 6.000!
:
0
Monitor perdagangan IHSG kala Kamis Siang (1/10/2026). Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melengos turun pada perdagangan siang sesi pertama, Rabu (1/10/2026). Setelah sempat menguat di pembukaan, IHSG tertekan hingga mendekati level psikologis 6.000.
Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 12.00 WIB, IHSG tercatat di level 6.020,696, melemah 50,442 poin atau -0,83%. IHSG dibuka di 6.062,894, sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.095,234, sebelum anjlok ke titik terendah di 6.018,790.
Tekanan jual terlihat dominan. Volume perdagangan mencapai 20,253 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,094 triliun dan frekuensi 877.145 kali. Sebanyak 433 saham melemah, jauh mengungguli 219 saham yang menguat dan 134 saham stagnan. Kapitalisasi pasar turun ke Rp 10.636,242 triliun.
Hampir seluruh sektor tertekan, hanya IDXENERGY yang masih bertahan di zona hijau +0,57% ke 3.108,89. Sektor teknologi menjadi pemberat utama dengan IDXTECHNO ambles -3,27% ke 5.678,06, disusul IDXINDUST -1,83% dan IDXTRANS -1,80%. LQ45 juga terkoreksi -0,95% ke 595,48.
Di tengah koreksi, Top Gainer siang ini dipimpin MGNA +35,00% ke Rp 189, AKKU +26,47% ke Rp 43, CCSI +25,00% ke Rp 470, BLTZ +24,68% ke Rp 2.880, dan SAFE +24,56% ke Rp 710. Sementara Top Loser diisi SOSS -14,83% ke Rp 1.005, FORU -14,73% ke Rp 191, dan ALKA -14,68% ke Rp 5.375.
Riset KISI Sekuritas dalam updatenya terkait Inflasi September 2026: Kembali Merangkak Naik Dipicu Tekanan Pangan menjelaskan bahwa Tingkat inflasi tahunan (YoY) Indonesia tercatat mengalami kenaikan ke level 3,28% pada September 2026 dari 3,19% di bulan sebelumnya, sedikit di atas ekspektasi pasar di kisaran 3,3%.
Meskipun menjadi angka tertinggi sejak Juni, posisi ini masih berada di dalam rentang target sasaran Bank Indonesia pada kisaran 1,5% – 3,5%. Secara bulanan (m-to-m), terjadi inflasi sebesar 0,30%, meningkat dari 0,21% pada bulan Agustus.
Pendorong Utama Inflasi Bulanan (m-to-m):
- Kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama dengan andil inflasi sebesar 0,26%.
- Komoditas utama yang mendorong kenaikan ini meliputi cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, ikan segar, dan kangkung.
Related News
Short Selling Dijalankan, Bursa Pagi Sambut Oktober dengan Volatil
Broker BQ Luncurkan Program KISI Challenge: Beyond Tomorrow
Cenderung Koreksi, IHSG Susuri 5.950
Tahan Diri, Investor Cermati Data Inflasi
Short Selling Berlaku, IHSG Berpotensi Volatil
Ajaib Catat 741 Aset Kripto, Terbanyak di Indonesia, Ini Rinciannya!





