Inflasi Juni 2026 Tembus 3,34 Persen, Semua Kelompok Pengeluaran Naik
:
0
Badan Pusat Statistik BPS mencatat inflasi year-on-year y-on-y Juni 2026 sebesar 3,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen IHK 111,89.(Infografis: BPS)
EmitenNews.com - Badan Pusat Statistik BPS mencatat inflasi year-on-year y-on-y Juni 2026 sebesar 3,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen IHK 111,89.
Inflasi terjadi karena seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Kenaikan tertinggi ada di kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 10,10 persen.
Disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau 4,67 persen, transportasi 4,57 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,36 persen, serta kesehatan 1,84 persen.
Kelompok lainnya juga naik, mulai dari perlengkapan rumah tangga 1,44 persen, rekreasi 1,40 persen, informasi dan jasa keuangan 1,26 persen, pendidikan 1,27 persen, perumahan 1,04 persen, hingga pakaian 1,00 persen.
Papua Pegunungan Tertinggi, Majene Terendah
Secara wilayah, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 7,84 persen dengan IHK 122,43. Terendah di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 2,29 persen dengan IHK 111,54.
Untuk kabupaten/kota, tertinggi di Kabupaten Jayawijaya 7,84 persen dengan IHK 122,43. Terendah di Kabupaten Majene 1,70 persen dengan IHK 111,48.
Inflasi Bulanan 0,44% dan Inti 2,76%
Secara bulanan, inflasi month-to-month m-to-m Juni 2026 tercatat 0,44 persen. Sedangkan inflasi year to date y-to-d sebesar 1,79 persen.
Inflasi komponen inti y-on-y Juni 2026 tercatat 2,76 persen. Secara m-to-m inflasi inti 0,23 persen dan y-to-d 1,61 persen.(*)
Related News
Bangkit Usai Suspensi BEI, BAIK Siapkan Agenda Untuk Paparan Publik
Pertahankan Predikat Maskapai Paling Tepat Waktu, Ini Kiat Pelita Air
Rupiah Menguat ke Rp17.627 per Dolar AS Pagi Ini
Harga Emas Antam Naik Rp31 Ribu Jelang Data Tenaga Kerja AS
Nilai Tukar Rupiah Diramal Bakal Menguat Hari Ini (4/9), Apa Pemicunya
Lonjakan Yield Obligasi Jepang Picu Kekhawatiran Carry Trade Yen





