Ingat! Pagi Ini Tiga Seri Waran Struktur Resmi Menyapa Pelaku Pasar
:
0
EmitenNews.com - Pagi ini, tiga seri waran terstruktur (structured warrant) bakal menyapa pelaku pasar. Tiga waran itu, terlahir dari rahim Adaro Energy (ADRO), Unilever (UNVR), dan Bank BRI (BBRI). Tiga produk waran itu, bersandi ADRODRCM3A, UNVRDRCM3A, dan BBRIDRCM3A.
ADRODRCM3A berunderlying saham Adaro Energy (ADRO), BBRIDRCM3A dengan underlying saham Bank BRI (BBRI), dan UNVRDRCM3A dengan underlying saham Unilever Indonesia (UNVR). Ketiga waran itu, merupakan waran terstruktur tipe call dengan rasio konversi 3:1.
Masa berlaku selama sembilan bulan dengan jatuh tempo pada 19 Juni 2023, dan periode perdagangan mulai pada 19 September 2022 hingga 13 Juni 2023. Waran terstruktur, efek yang diterbitkan lembaga keuangan yang memberi hak kepada pembelinya untuk menjual atau membeli suatu underlying securities pada harga, dan tanggal telah ditentukan.
Melalui penerbitan jenis waran itu, investor dapat memanfaatkan pergerakan harga waran untuk bisa mendapatkan dengan modal relatif murah dibanding harga saham underlying.
Tiga seri produk waran terstruktur itu, diterbitkan RHB Sekuritas Indonesia. Itu setelah RHB Sekuritas diberi mandat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Selanjutnya, BEI mendorong penerbitan produk waran terstruktur di pasar modal. ”Instrumen itu, diharap menambah opsi investor dalam berinvestasi,” tukas Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI.
Selain itu, waran terstruktur juga dapat membantu investor dalam strategi investasi yang mungkin selama ini tidak dapat dilakukan dengan saham individual terutama bluechip. ”BEI mendorong lebih banyak pihak terlibat menjajakan produk waran terstruktur. Dengan begitu, tujuan pendalaman pasar akan tercapai,” harap Jeffrey. (*)
Related News
Bekingi Raffi-Nagita, Eks Pentolan BEI-KSEI Sulap VISI Tuai Laba?
Kantongi Laba, MTMH Tetapkan Bagi Dividen Tunai
GLVA Ketok Dividen, Pemegang Saham Dapat Segini
IHSG Labil Jelang Review MSCI 18 Juni, Skenarionya Begini
Menkes dan Direksi BTN Guide Runner Pelari Disabilitas BTN Jakim 2026
Dugaan Margin Call Menguat Usai RLCO Jeblok 72 Persen dari ATH





