Inisiatif dan Aktif, MKTR Tanggulangi Karhutla Wilayah Operasional
:
0
Tim Menthobi Karyatama usai menyerahkan bantuan untuk korban Karhutla sekitar wilayah operasional. Foto - Dok MKTR
EmitenNews.com - Meski musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak berdampak langsung terhadap operasional, Menthobi Karyatama Raya (MKTR) menjalankan sejumlah inisiatif terintegrasi sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Terutama di wilayah operasional perusahaan yaitu di Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng).
General Manager Operasional MKTR, Adrial, mengungkapkan berbagai kegiatan dalam memadamkan kebakaran, dan upaya pencegahan agar tidak makin meluas sekitar wilayah operasional perusahaan sudah dijalankan sejak 5 Agustus 2026. ”Kebakaran lahan kali pertama terdeteksi di lahan masyarakat berbatasan langsung dengan wilayah operasional perusahaan tidak ada akses untuk masuk ke dalam,” ungkapnya.
Tidak adanya akses dimaksud terutama akses bagi peralatan dan termasuk alat berat yang semestinya bisa digunakan untuk penanganan kebakaran. ”Maka kami di MKTR berinisiatif membuat sekat bakar (boundaries) sebagai upaya agar sebaran api tidak semakin meluas,” ujarnya.
Sejak saat itu, penanganan darurat dilakukan secara intensif menggunakan alat berat, berkoordinasi dan kolaborasi dengan tim pemadaman darat gabungan bersama BPBD Lamandau, TNI, Polri, Damkar, dan warga, hingga pendinginan lokasi selama 24 jam. ”Upaya pendinginan dilakukan dengan memasang sejumlah pompa air. Kami mengerahkan 4 regu baik siang maupun malam. Masing-masing regu terdiri dari 5 orang,” Adrial menjelaskan.
Di luar regu tersebut, MKTR juga menurunkan personel tambahan untuk membantu aspek teknis maupun kebutuhan logistik. Mereka antara lain sebanyak 12 tenaga kerja supir truck, sebanyak 9 staf, sebanyak 5 tim security, sebanyak 2 orang operator air, 1 orang mekanik, dan 1 personel keamanan. ”Total personel yang terlibat langsung pada puncak penanganan mencapai sekitar 75 orang,” terusnya.
Adrial mengungkapkan rasa syukur atas kerjasama solid dengan berbagai pihak dalam penanganan Karhutla di lingkungan yang berdekatan dengan wilayah operasional perusahaan. Termasuk juga dukungan solid dari manajemen MKTR yang bukan sekadar kepedulian dalam bentuk partisipasi sumber daya manusia namun juga penambahan berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan, termasuk alat berat.
Secara rinci, terkait peralatan pemadam api, MKTR mengerahkan sebanyak 6 unit Alkon, 5 unit mobil Dump Truck Air plus Alkon, 1 unit mobil tangki, 2 unit mesin air apung, sebanyak 5 unit Knapsack Solo, dan sebanyak 30 Selang serta 7 buah Nozel. ”Kami juga mengerahkan 1 unit Ekskavator dan 1 unit Backhoe Loader. Untuk dukungan transportasi, terdapat 1 unit bus angkut personel, 1 unit mobil akomodasi, 6 unit mobil operasional manajer, 1 unit mobil operasional keamanan, dan 1 unit ambulans,” paparnya.
Direktur MKTR, M. Pahlevi Pangerang menyampaikan keprihatinan dan perhatian serius atas terjadinya Karhutla pada 2026 ini, terutama yang terjadi di sekitar wilayah operasional Perusahaan. ”Meskipun tidak ada dampak langsung terhadap operasional Perusahaan, penanganan kebakaran merupakan prioritas. Selain itu, hal yang lebih penting bagi kami di MKTR adalah memastikan keselamatan dan kesehatan karyawan, para petani mitra, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujarnya.
Sebagai langkah edukasi dan pencegahan, MKTR selama ini telah membentuk komunitas di lingkungan masyarakat sekitar di bawah koordinasi Badan Koordinasi Anti Kebakaran (Bakortiba) sebagai badan internal berperan sebagai unit tanggap darurat dibentuk oleh Perusahaan. Tugas dan fungsi utama Barkotiba di MKTR mencakup pencegahan karhutla, kesiapsiagaan alat, pemadaman dini, dan edukasi melalui simulasi serta pelatihan.
Salah satu implementasinya menyediakan layanan Call Center serta akses untuk melaporkan indikasi kebakaran sejak dini serta sistem barcode untuk akses penanganan. Fungsi sosialisasi dan edukasi juga dijalankan melalui saluran komunikasi yang telah dibentuk termasuk grup WhatsApp misalnya dengan menyebarkan konten dalam bentuk infografis supaya masyarakat mendapatkan bekal pemahaman pencegahan dan penanganan awal.
Related News
IHSG Lanjut Melesat ke 5.439,25, Saham TOBA Naik Paling Tinggi!
IPO Persib Bandung Meluncur di Tahun 2027
Kembali Melejit, IHSG Dibuka Volatil Menguat 0,74% ke 5.427
IHSG Menguat, Bungkus Saham-saham ini
Awas, Profit Taking Bendung Ledakan IHSG
Net Sell Asing Rp1,4T Kemarin, IHSG Jumat (23/10) Lanjut Menguat?





