Integrasikan Kopi, Madu dan Pokdarwis, BI Bangun Ekosistem Desa Wisata
:
0
Ilustrasi Bank Indonesia membangun ekosistem desa wisata melalui integrasi berbagai potensi ekonomi lokal, mulai dari komoditas kopi, madu, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Dok. Kr. Jogja.
EmitenNews.com - Ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja, Bank Indonesia membangun ekosistem desa wisata. Bank sentral melakoninya melalui integrasi berbagai potensi ekonomi lokal, mulai dari komoditas kopi, madu, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono mengemukakan hal tersebut dalam keterangannya seperti dikutip Ahad 92/8/2026).
Pengembangan ekosistem desa wisata seperti di Desa Wisata Sait Buttu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dilakukan melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada satu pelaku usaha, tetapi membangun keterkaitan antarsektor dalam satu kawasan.
"Kebetulan di sini ada sebuah ekosistem yang lengkap. Ada madu, ada kopi, kemudian Pokdarwis yang semuanya coba kami gabungkan menjadi satu sehingga menjadi tujuan wisata," kata Anton Pitono, di Desa Wisata Sait Buttu, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (1/8/2026).
Pengembangan tersebut bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan potensi ekonomi desa secara optimal ketika kawasan itu berkembang menjadi destinasi wisata.
Bagusnya, dalam pengembangannya, BI memberikan berbagai bentuk pendampingan. Mulai dari penguatan kapasitas pelaku usaha, pembangunan infrastruktur pendukung wisata, hingga peningkatan kualitas produk unggulan daerah.
Lihatlah. Untuk sektor madu, misalnya, BI memfasilitasi pembangunan talenta sumber daya manusia bagi kelompok pengelola, pembangunan rumah penangkaran, pendampingan proses produksi. Selain itu, juga menghadirkan peneliti dari berbagai lembaga untuk memperkuat kompetensi pelaku usaha.
Pada sektor pariwisata, BI mendukung pembangunan infrastruktur seperti jalur sepeda beserta penyediaan sepeda, serta mendukung pengembangan kelompok sadar wisata.
BI juga mendampingi petani kopi melalui berbagai program pengembangan usaha sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi desa.
Penting diketahui, pendampingan tersebut telah dilakukan sejak 2020 melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Memasuki 2025, pembinaan dilanjutkan melalui program pengembangan ekonomi daerah agar pengembangan usaha masyarakat menjadi lebih berkelanjutan.
Related News
Perkuat Daya Tarik Destinasi, Kepri Siapkan Sembilan Agenda Wisata
Ternyata! Ada 4 Tol yang Bisa Didarati Jet Tempur F-16, Cek Daftarnya
Kejar Target Oktober, Pemerintah Percepat PLTA Rp21,6 Triliun di Sumut
Tarif Transbandara Blok M-Bandara Soekarno Hatta Naik Jadi Rp15 Ribu
Perhatikan Daya Beli, Pertamina Turunkan Harga Pertamax, Cek Datanya
JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026





