Intip Kinerja Royalindo Investa (INDO), Pasien Baru Saham HSC BEI
:
0
Salah satu aset milik perseroan. Foto: INDO
EmitenNews.com - Total saham high shareholding concentration (HSC) kini mencapai angka 62 banyaknya. Dari jumlah itu, PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) menjadi anggota teranyar dengan dikuasai 94,96% oleh segelintir pihak.
Dalam pengumuman kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi tertanggal 2 Oktober 2026, BEI menjelaskan bahwa saham INDO terpantau dikuasai sejumlah pihak tertentu yang menguasai 94,96% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.
Meski demikian, pengumuman itu tak serta merta membuat emiten terkait melanggar peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.
“Metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration) atas struktur kepemilikan Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat per tanggal 30 September 2026, Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 94,96% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat INDO,” tulis BEI, dikutip Senin (5/10).
Namun, bagaimana kinerja emiten dengan jaringan bisnis yang beragam itu? Dari data Stockbit, INDO berdiri sebagai perusahaan induk yang memiliki entitas anak yang bergerak dalam bidang perbankan.
Kinerja Paruh Pertama 2026
Mengutip Stockbit, perusahaan memiliki jaringan bisnis di bidang perdagangan, real estate dan konsultasi manajemen. Perusahaan itu juga menjalankan kegiatan usaha sebagai penyedia jasa rental mobil yang digunakan oleh entitas anak.
Pada 2018, perseroan menjalankan kegiatan usaha baru yakni jasa penyedia kamar kost. Perseroan memiliki tiga anak perusahaan yakni PT Semangat Bangun Nusantara, PT Mulia Arta Nusantara, dan PT Semangat Pangeran Abadi.
INDO membukukan pendapatan Rp13,8 miliar pada semester I 2026. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp12,7 miliar.
Hal itu membuat laba bruto perseroan pun naik menjadi Rp8,7 miliar dari Rp7,4 miliar. Lantas, setelah ditambah penghasilan usaha lain-lain, torehan laba periode sebelum pajak mencapai Rp34,1 miliar di 1H26, melejit dibandingkan periode tahun sebelumnya di Rp16,9 miliar.
Related News
Minyak di Atas USD100 Guncang Saham Eropa, KISI Jagokan 3 Saham RI Ini
Pengendali DKFT Borong 1,95 Persen Saham, Kocek Mencapai Rp77 Miliar
5,3 Miliar Saham Pradiksi Gunatama (PGUN) Digadaikan ke Bank Mandiri
CHEK Gandeng KALGen Innolab Percepat Ekosistem Genomik RI
7,99 Miliar Saham JARR Jadi Jaminan Kredit Pihak Terafiliasi ke BMRI
Jelang Pengalihan Jumbo ke Haji Isam, Dato' Low Jual Saham BYAN Rp367M





