Investasi KEK Rp382 Triliun, Luasnya Kalah dari Vietnam dan Malaysia
:
0
Ilustrasi Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. Dok. Kendal SEZ
EmitenNews.com - Pemerintah mencatat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menarik bagi investor. Realisasi investasi kumulatif di KEK mencapai Rp382,1 triliun sejak dibentuk, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 302 ribu orang. Tetapi, KEK Indonesia kalah luas dibanding Malaysia dan Vietnam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan hal tersebut kepada pers, seperti dikutip Rabu (22/10/2026).
“Sejak dibentuk, secara kumulatif KEK mencatat realisasi investasi senilai Rp382,1 triliun dan serapan tenaga kerja sebesar 302 ribu,” kata Airlangga Hartarto seperti sesi wawancara terkait KEK, Selasa (21/10/2026).
Menurut Airlangga, hingga September 2026, investasi di KEK mencapai Rp46 triliun. Realisasi tersebut turut menambah penyerapan tenaga kerja sebanyak 53 ribu orang sepanjang Januari hingga September 2026.
Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah, terdiri atas tujuh kawasan di Jawa dan 18 kawasan di luar Jawa. Kawasan tersebut mencakup sektor industri, pariwisata, kesehatan, digital, teknologi, hingga jasa lainnya.
KEK menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8%. Kawasan tersebut memiliki tingkat efisiensi investasi yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.
Angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia berada di sekitar 6, sedangkan rata-rata ICOR di KEK berada di bawah 4. ICOR menggambarkan kebutuhan investasi untuk menghasilkan tambahan output ekonomi; semakin rendah angkanya, semakin efisien investasi dalam mendorong pertumbuhan.
Potensi KEK Kendal Capai Rp370 Triliun Serap 250 Tenaga Kerja
Pada sektor industri, Airlangga menyoroti potensi investasi KEK Kendal yang mencapai Rp370 triliun dengan potensi penyerapan 250 ribu tenaga kerja. KEK Gresik memiliki potensi investasi Rp264 triliun dan penyerapan tenaga kerja hingga 200 ribu orang.
“Pemerintah mendorong ekspansi kedua kawasan tersebut, dukungan perizinan dan perluasan lahan masih diperlukan untuk mengoptimalkan pengembangan kawasan industri,” kata politikus Partai Golkar tersebut.
Related News
Optimistis, Batavia Pasang Target Dana Kelolaan jadi Rp60 Triliun
Perkuat Komitmen Bank Raya Hadirkan Inovasi Produk Digital di Aplikasi
BI Pangkas GWM Hingga 2% Demi Guyur Likuiditas Perbankan
BI Pertahankan BI-Rate Sebesar 5,75%
Emas Antam Turun Rp10.000, Tertekan Suku Bunga dan Minyak
Tekanan Inflasi Global Pukul Harga Emas ke USD4.100





