Investor DSSA Siap-Siap Gigit Jari, Tahun Ini Tak Bagi Dividen Lagi
:
0
Pabrik panel surya Dian Swastatika Sentosa (DSSA) di Kendal, Jawa Tengah
EmitenNews.com - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kembali mengusulkan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham meski berhasil membukukan laba bersih jumbo sepanjang tahun buku 2025.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Minggu (17/5/2026), manajemen DSSA mengungkapkan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD230,53 juta pada 2025.
Namun, dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar 9 Juni 2026 mendatang, Perseroan mengusulkan hanya mengalokasikan USD100 ribu sebagai cadangan wajib. Sementara sisanya sebesar USD230,43 juta akan dibukukan sebagai laba ditahan.
Artinya, emiten grup Sinarmas milik konglomerat Eka Tjipta Widjaja tersebut kembali memilih tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.
Padahal, berdasarkan kebijakan Perseroan, DSSA sejatinya memiliki ruang untuk membagikan dividen hingga 30% dari laba bersih setelah pajak.
Manajemen beralasan, Perseroan masih membutuhkan dana besar untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru di entitas anak usaha.
“Sampai saat ini, Perseroan belum membagikan dividen kepada pemegang saham Perseroan, mengingat Perseroan masih memiliki kebutuhan dana yang cukup besar untuk membiayai proyek-proyek baru di entitas anak Perseroan,” tulis manajemen dalam Laporan Tahunan 2025.
Selain agenda penggunaan laba bersih, RUPST DSSA juga akan membahas perubahan anggaran dasar, penetapan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, penetapan remunerasi pengurus, hingga persetujuan penjaminan aset Perseroan dengan nilai lebih dari 50% kekayaan bersih.
Rapat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026 pukul 14.00 WIB di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta Pusat serta dapat diakses secara elektronik melalui platform eASY.KSEI.
PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) merupakan salah satu emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi pada sekelompok investor tertentu (HSC) dengan porsi sebesar 97,76%. HSC ini menjadi sorotan penyedia indeks global MSCI.
Related News
Target BSI (BRIS) Naik Kelas ke KBMI 4, Kejar Modal Inti di Atas Rp70T
Dua Anggota Keluarga Tanoesoedibjo Tinggalkan Kursi Komisaris BHIT
BUMI Ungkap Nasib Tambang Emas, Begini Lengkapnya
PRDL IPO dengan Valuasi Kompetitif, Fokus Ekspansi Alat Diagnostik
IPO Grup Djarum (BACH) di Rp442/Saham, Mundur Sehari & Tambah UW Baru
Pacu Ekspansi Regional, MAPA Akuisisi Sports Direct Malaysia Rp2,5T





