Investor Selektif, IHSG Bergulir Seperti ini
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah. Pidato Chairman the Fed Kevin Warsh cenderung hawkish membayangi kenaikan saham sektor barang konsumsi, dan layanan komunikasi. Sebagian besar saham sektor teknologi besar juga mencatat kenaikan, sehingga membatasi penurunan indeks.
Warsh mengatakan tren inflasi Amerika Serikat (AS) belum membaik secara signifikan, dan menegaskan kembali fokus bank sentral adalah mewujudkan stabilitas harga. Kondisi tersebut meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga the Fed pada September 2026 mendatang menjadi 59 persen dari mehari sebelumnya hanya 35 persen menurut CME FedWatch.
Akibatnya U.S. 10-year Bond Yield naik 5,3 bps menjadi 4,725 persen. Investor global akan mencermati pergerakan suku bunga jangka panjang tetap berada di level relatif tinggi menjelang memasuki September 2026. Tingginya yield US-Treasury jangka panjang dipengaruhi harga energi, besarnya penerbitan utang korporasi terkait AI, defisit anggaran lebar, di samping indikasi ekonomi AS moderat.
Fokus perhatian investor akan tertuju pada data tenaga kerja AS pekan ini. Warsh menilai pasar tenaga kerja AS konsisten dalam kondisi full employment, yang berarti ekonomi AS telah menyerap tenaga kerja secara optimal, dan mandat the Fed di pasar tenaga kerja telah terpenuhi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,06 persen menjadi 6.518.
Investor akan menanti sejumlah data ekonomi domestik, yaitu indeks PMI Manufacturing, neraca perdagangan, dan inflasi. Investor diperkirakan cenderung berhati-hati pada periode efektif rebalancing indeks MSCI pada 31 Agustus 2026, dan memasuki September 2026 secara historis pergerakan saham cenderung lebih volatil.
So, IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran level 6.400-6.600 pekan ini. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor menyeret saham Bank Bank Centra Asia (BBCA), Telkom Indonesia (TLKM), Dian Swastatika (DSSA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan XLSmart Telecom (EXCL). (*)
Related News
Proyek KCI Molor, Peringkat Kredit INKA Anjlok ke idBB
Jelang Rebalancing, IHSG Pagi Terkoreksi 0,33 Persen ke Level 6.496
Begini Prediksi IHSG di Awal September 2026, Waspada Rebalancing MSCI
IHSG Cenderung Koreksi, ini Penyebabnya
MRT Jakarta Garap Mal Bawah Tanah Pertama, 2027 Kelar
Sinyal Hawkish The Fed, Berdampak ke IHSG?





