MRT Jakarta Garap Mal Bawah Tanah Pertama, 2027 Kelar
:
0
PT MRT Jakarta melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), menyiapkan pembangunan ruang publik dan komersial atau mal bawah tanah pertama di Indonesia.(Foto: Properti Media)
EmitenNews.com - PT MRT Jakarta melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), menyiapkan pembangunan ruang publik dan komersial atau mal bawah tanah pertama di Indonesia. Proyek bertajuk Extended Concourse Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI) ini dibangun hingga kedalaman sekitar 18 meter di bawah permukaan tanah dengan nilai investasi mencapai Rp200 miliar dan ditargetkan rampung pada 2027.
Area multifungsi ini terletak di atas platform kereta MRT dan dirancang terintegrasi langsung dengan jaringan transportasi publik. Kawasan tersebut akan menyediakan area retail, food and beverage (F&B), hingga ruang kegiatan publik.
Berdasarkan laporan Konstruksi Media, proses konstruksi proyek ini menghadapi tantangan teknis utama berupa ketidaksesuaian posisi utilitas bawah tanah di lapangan dengan gambar teknis (as-built drawing). Perbedaan data teknis ini menuntut tingkat kehati-hatian tinggi selama proses pengeboran kabel dan infrastruktur di pusat kota.
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta, Ferdiansyah Roestam, menjelaskan bahwa penyesuaian harus dilakukan secara intensif ketika tim menemukan utilitas yang berada di luar posisi perkiraan. "18 meter di bawah grade. Posisinya ada di atas platform kereta. Jadi ini posisinya ada di tengah. Dari permukaan atas posisinya 18 meter ke bawah, namun ada di atas rel keretanya MRT saat ini," kata Ferdiansyah.
Ferdiansyah menambahkan bahwa tidak adanya preseden proyek sejenis di Indonesia menjadi tantangan tersendiri. "Salah satu tantangan yang paling berat adalah there’s no evidence proyek sebelumnya sejenis," ujarnya. Ia menegaskan bahwa koordinasi masif terus dilakukan bersama kontraktor, manajemen konstruksi, hingga pemerintah wilayah setempat agar pembangunan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Setelah rampung, area komersial ini disiapkan untuk menampung sekitar 24 hingga 25 tenant, yang mencakup sektor retail, kuliner, hingga fasilitas co-branding dan periklanan. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan untuk mengisi ruang komersial tersebut.
Head of Commercial Department MRT Jakarta, Ricky Agung Kresna Putra, menyatakan bahwa konsep ini dihadirkan untuk menciptakan kebiasaan baru bagi pengguna transportasi publik di Jakarta. "Harapan kita tentunya, kita mau coba hal yang baru dengan konsep yang berbeda. Karena ini kan pertama kalinya di Indonesia punya mal di bawah tanah," kata Ricky.
Proyek ini diharapkan menjadi destinasi baru di jantung Ibu Kota yang menggabungkan fungsi transportasi massa, ruang komersial, dan interaksi publik dalam satu kawasan terpadu.(*)
Related News
Proyek KCI Molor, Peringkat Kredit INKA Anjlok ke idBB
Jelang Rebalancing, IHSG Pagi Terkoreksi 0,33 Persen ke Level 6.496
Begini Prediksi IHSG di Awal September 2026, Waspada Rebalancing MSCI
IHSG Cenderung Koreksi, ini Penyebabnya
Investor Selektif, IHSG Bergulir Seperti ini
Sinyal Hawkish The Fed, Berdampak ke IHSG?





