EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,13 persen menjadi 6.301. Pelemahan IHSG antara lain tersebab pengeluaran beberapa saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027, dan aksi profit taking.

Namun, Rupiah ditutup menguat 0,03 persen menjadi Rp17.870 per dolar Amerika Serikat (USD). Penguatan Rupiah di antaranya dipicu aksi beli di pasar obligasi domestik. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA20. Namun, penyempitan histogram positif MACD berlanjut, dan berpotensi mengalami death cross.

Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan bergerak sideways. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 14 Agustus 2026, IHSG akan mengitari kisaran support 6.230, dan area resistance 6.370. Investor akan menanti pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027.

Sebelumnya, menurut Badan Anggaran DPR RI, program kerja prioritas nasional 2027 terdiri dari 8 klister. Yaitu kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, dan penurunan kemiskinan.

Di sisi lain, Bank Indonesia melaporkan pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp720 triliun atau tumbuh 11,43 persen YoY hingga Juni 2026. Momentum perluasan pembiayaan syariah didukung kinerja industri terus meningkat. Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah mencapai Rp816 triliun atau tumbuh 13,13 persen YoY hingga Juni 2026. 

Kemudian dunia usaha, rantai pasok halal tumbuh 5,5 persen YoY, dan outstanding sukuk korporasi mencapai sekitar Rp95 triliun pada periode sama. Perkembangan tersebut membuka ruang makin besar bagi pembiayaan syariah untuk mendukung investasi produktif, dan ekspansi sektor riil.

Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Gudang Garam (GGRM), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Central Asia (BBCA), Dian Swastatika (DSSA), dan XLSmart Telecom (EXCL). (*)