IPCC Siapkan Capex Rp30 Miliar, Bidik Pertumbuhan Revenue 12 Persen
:
0
Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi (kiri) dan Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Manajemen Risiko IPCC Wing Megantoro (kanan). Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - PT Kendaraan Terminal Indonesia (IPCC) telah menyiakan capex sekitar Rp30 miliar untuk tahun 2026. Nah, dari total tersebut, Rp10-18 miliar akan digunakan untuk penambahan lahan sekitar 1,3 hektare, mampu menampung 30-40 ribu unit kendaraan, termasuk fasilitas maintenance Rp15 miliar.
Sejalan dengan itu, IPCC juga menargetkan pertumbuhan 12 persen di tahun 2026, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sisi pendapatan, IPCC saat ini masih didominasi segmen CBU atau kendaraan utuh sebesar 75 persen, alat berat sekitar 10 persen dan sisanya berasal dari spare part serta layanan lainnya.
“Untuk tahun 2026 tidak semudah tahun 2025, tapi kami tetap optimistis meningkatkan revenue melalui pelayanan dan diversifikasi usaha,” tutur Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi, kepada wartawan, Rabu (22/4).
Selain bisnis utama di pelabuhan, IPCC juga mulai memperluas lini usaha ke sektor logistik darat. IPCC tengah menjajaki pengembangan layanan dari hulu ke hilir, mulai dari first mile hingga second mile.
“Adapun untuk last mile, manajemen masih melakukan bridging dealer ke kustomer untuk memperluas sisi pelayanan kita, termsuk dalam diversifikasi usaha tadi,” tambah Sugeng.
Di sisi lain, lanjut Sugeng, IPCC juga telah menjalin MoU dengan sejumlah automaker, termasuk dari China dan Korea Selatan. Dalam waktu dekat, IPCC berencana menjajaki kerja sama dengan mitra dari Abu Dhabi, serta perusahaan logistik di Eropa.
Ke depan, IPCC juga berencana menambah armada car carrier dan towing yang akan dieksekusi mulai akhir tahun 2027.
“Saat ini kami melihat potensi market yang bertumbuh di kawasan Asia dan global, termasuk Filipina, Malaysia, India, dan Thailand. Kami mencatat, ekspor tertinggi melalui IPCC didominasi ke Filipina, Meksiko, Vietnam, dan Arab Saudi, serta beberapa negara lain seperti Peru, Chili, Uni Emirat, Oman, dan Qatar,” tutur Sugeng.
Adapun pada perdagangan Selasa (22/4), saham IPCC ditutup menguat 1,53 persen atau naik 20 poin ke level Rp1.325. (*)
Related News
Bangkit! GIAA Pangkas Rugi Kuartal I 2026, Ini Pemicunya
RUPST Hari Ini, ASII Usulkan Dividen Final Rp292 per Lembar
Pendapatan Melejit 55 Persen, WSKT Timbun Defisit Rp20,89 Triliun
BELL Bagi Dividen, Southern Buang 107,64 Juta Lembar
WSBP Catat Pendapatan Naik, Rugi Rp144 Miliar Kuartal I
LOPI Private Placement 110 Juta Lembar, SimakĀ Tujuannya





