Isu Ranjau dan Pipa Saudi Tahan Harga Minyak di USD106,5
:
0
Harga minyak mentah dunia merangkak naik pada perdagangan Selasa di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan energi global. (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia merangkak naik pada perdagangan Selasa di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan energi global. Pergerakan ini terjadi setelah pasar melewati awal pekan yang bergejolak akibat penutupan jalur distribusi utama dan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah jenis WTI sedikit naik ke level sekitar USD102 per barel, sementara jenis Brent naik mendekati USD106,5 per barel.
Pasar energi global masih dibayangi penutupan operasional jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi akibat serangan pesawat tak berawak (drone). Jalur yang berfungsi sebagai rute alternatif untuk menghindari Selat Hormuz tersebut masih belum menunjukkan indikasi yang jelas terkait kapan operasi akan dilanjutkan.
Pertemuan diplomatik antara Iran dan negara-negara Teluk Arab untuk membahas situasi di Hormuz juga tiba-tiba ditunda.
Eskalasi di Selat Hormuz semakin meningkat setelah pihak Iran mengklaim bahwa sebuah kapal tanker super meledak akibat menabrak ranjau saat mencoba memasuki area terlarang. Iran juga menegaskan tidak akan terlibat dalam pembicaraan diplomatik dengan AS sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Sementara itu dari Eropa Timur, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan kesiapan untuk menghentikan serangan terhadap target energi Rusia jika Moskow melakukan hal serupa. Pernyataan tersebut memprotes klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut kedua negara telah sepakat menangguhkan serangan pada infrastruktur energi.
Kenaikan harga minyak mentah global ke level USD106,5 per barel ini memberikan sinyal kewaspadaan bagi Indonesia. Tren kenaikan harga acuan energi internasional yang berlanjut berpotensi meningkatkan beban belanja subsidi bahan bakar di dalam negeri serta memperbesar tekanan pada struktur defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).(*)
Related News
Tekstil Hingga Baja Tertekan, LPEI Diminta Pangkas Bunga
Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Dapat Arahan Khusus dari Presiden
Purbaya Out! Suahasil Nazara: Defisit APBN Tetap Dijaga di Bawah 3%*
Kekayaan Suahasil Nazara Tembus Rp138,16 Miliar, Data LHKPN 2025
Nasib Tragis Menkeu Purbaya, Pagi Masih Raker di DPR, Sore Dicopot
Menkeu Purbaya Selesai, Suahasil Nazara Maju Jadi Pengganti





