EmitenNews.com - Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) mengalami tekanan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu lalu (13/5).

Berdasarkan pantauan emitennews melalui aplikasi Ajaib, saham grup Prajogo yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin daftar top losers dengan penurunan hampir 15 persen.

TPIA ditutup melemah 750 poin atau 14,85 persen ke level Rp4.300 per saham. Pelemahan ini menjadikan TPIA sebagai saham dengan koreksi terdalam pada kategori top loser berdasarkan persentase.

Di posisi kedua, saham PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) turun 380 poin atau 14,84 persen ke level Rp2.180. Disusul, saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) terkoreksi 540 poin atau 14,67 persen ke posisi Rp3.140.

Saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) juga masuk daftar top losers usai anjlok 14,66 persen ke level Rp163. Sementara itu, saham PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) turun 14,29 persen ke posisi Rp96.

Perhatian investor juga rupanya tertuju pada saham-saham yang sebelumnya menjadi sorotan terkait potensi perubahan komposisi indeks MSCI. Hal itu tampak dari saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mengalami penurunan 410 poin atau 11,36 persen ke level Rp3.200.

Sementara itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 130 poin atau 11,16 persen ke level Rp1.035.

Selain itu, saham PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) terkoreksi 10,29 persen ke level Rp157. Saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) turun 10,17 persen ke posisi Rp106, dan PT Ekamas MORA Republik Tbk (MORA) melemah 10,13 persen ke level Rp6.875.

Koreksi tajam pada sejumlah saham big caps, khususnya TPIA, BREN, dan DSSA, mencerminkan tingginya volatilitas pasar di tengah aksi jual investor dan sentimen terkait hasil evaluasi indeks global.

Sebelumnya MSCI telah merilis saham-saham yang didepak dari indeks standard global MSCI, termasuk yang menjadi top losers pada perdagangan penutup sebelum akhir pekan itu. Berikut lebih lengkapnya;