Jaga Daya Beli, Tarif Listrik Tak Naik Sampai September
:
0
Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode Juli-September 2026. Keputusan ini diambil demi menjaga daya beli masyarakat dan daya saing industri di tengah fluktuasi ekonomi.(Foto: Menara Santosa)
EmitenNews.com - Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode Juli-September 2026. Keputusan ini diambil demi menjaga daya beli masyarakat dan daya saing industri di tengah fluktuasi ekonomi global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan, tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) Triwulan III Tahun 2026 bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi ditetapkan tetap atau tidak mengalami kenaikan. Hal itu disampaikan dalam siaran pers Kementerian ESDM Nomor: http://038.Pers/04/SJI/2026, Selasa (30/6/2026).
“Pemerintah memutuskan tarif listrik Triwulan III Tahun 2026 tetap atau tidak naik,” tegas Bahlil di Jakarta.
Alasan Tarif Tetap
Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, tarif listrik nonsubsidi seharusnya disesuaikan tiap tiga bulan berdasarkan parameter makro: kurs, Indonesian Crude Price/ICP, inflasi, dan Harga Batubara Acuan/HBA.
Untuk Triwulan III 2026, acuannya adalah realisasi Februari-April 2026. Rinciannya: kurs Rp16.959,32 per USD, ICP USD96,12 per barel, inflasi 0,21 persen, dan HBA USD70 per ton sesuai kebijakan DMO batubara.
Berdasarkan formula tariff adjustment, kombinasi parameter tersebut secara hitungan justru berpotensi menaikkan tarif. Namun pemerintah memilih menahan kenaikan.
“Demi menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi nasional, Pemerintah memutuskan tarif listrik tetap,” jelas Bahlil.
Pelanggan Subsidi Juga Aman
Tidak hanya nonsubsidi, 24 golongan pelanggan bersubsidi juga dipastikan tidak ada perubahan tarif. Golongan ini tetap mendapat subsidi listrik dari pemerintah.
Related News
Tutup Akhir Pekan, Cermati Saham-Saham Ini
Cum Dividen 2 Emiten Hari Ini, Yield Hingga 1,7 Persen, Cek Jadwalnya!
IHSG Uji Lagi Level 6.000, Ini Kata Analis
Tepat Waktu, PLN Lunasi Obligasi dan Sukuk Rp455 Miliar
IHSG Diproyeksi Rebound Awal Oktober, Perbankan & Energi Jadi Sorotan
IHSG Sempat Sentuh Level 5.973, BBCA Turun ke Rp6.000, GOTO Teraktif





