Jagoan yang Todongkan Senjata Saat Cekcok di Jalan jadi Tersangka
:
0
EmitenNews.com - Aksi jagoan yang menodongkan senjata saat cekcok di Jalan Kolonel Sugiono, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (2/4/2021) dini hari itu, berbuntut panjang. Sang jagoan, Muhammad Farid Andika (MFA), ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan senjata. Bak koboi ia mengacungkan airsoft gun kepada sejumlah pengendara sepeda motor, karena kesal diberhentikan. CEO Restock ini, diberhentikan karena sempat menyenggol dua perempuan berboncengan motor.
Kepada pers, Sabtu (3/4/2021), Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, penetapan tersangka diambil setelah penyidik melaksanakan gelar perkara. Menurut Tubagus, MFA dijerat Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 terkait senjata tajam. UU tersebut mengubah aturan sebelumnya, yakni 'Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen' atau STBL. 1948 No. 17 dan UU RI Dahulu No 8 Tahun 1948.
Pada Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI No. 12 tertulis, yang menguasai dan membawa senjata api dihukum dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun. Intinya, siapa menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua-puluh tahun.
Menurut polisi, Farid menggunakan airsoft gun saat beraksi koboi. Penggunaan senjata tanpa bubuk peledak itu, diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012. Pasal 1 ayat 25 berbunyi: airsoft gun adalah benda yang bentuk, sistem kerja, dan/atau fungsinya menyerupai senjata api yang terbuat dari bahan plastik dan/atau campuran yang dapat melontarkan ball bullet. Pasal 4 ayat 2 disebutkan airsoft gun hanya untuk kepentingan olahraga menembak reaksi. Pasal 5 ayat 3, airsoft gun hanya digunakan di lokasi pertandingan dan latihan.
Dalam jumpa pers, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, awalnya MFA mengendarai mobil Fortuner bernomor polisi B 1673 SJV, Jumat sekitar pukul 01.00 WIB, melintas di persimpangan jalan saat traffic light merah. Di perempatan jalan, ia menyenggol pengendara motor hingga terjatuh. Warga yang mengetahui hak itu menghentikan laju kendaraannya seraya menegur. Rupanya, MFA tidak terima, dan balik marah, sambil mengeluarkan senjata.
Related News
Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, PM Wong Ingatkan Ini
Pertamina Jamin Pasokan BBM Memadai di Tiap Daerah, Ini yang Dilakukan
Sikapi Ancaman MSCI, Pemerintah Diminta Jaga Disiplin Komunikasi
Anggap Singapura tak Kooperatif, Indonesia Pangkas Ekspor Gas
Target 2027, Pemerintah Rancang Penyaluran Kredit Produktif Rp400T
Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, KPK Sita 4 Mobil Mewah





