Jelang Berstatus HSC, Pengendali DGWG Serok Jutaan Lembar
:
0
Pengurus Delta Giri usai pelaksanaan RUPS Tahunan tahun buku 2025. FOTO - Dok Delta Giri
EmitenNews.com - Agro Jaya Mandiri menambah timbunan saham Delta Giri Wacana (DGWG). Itu ditunjukkan dengan menyerap 282.297.545 saham alias 282,29 juta lembar. Transaksi akumulasi saham perseroan tersebut telah dipatenkan pada 19 Juni 2026.
Pembelian dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp177 per helai. Menyusul skema harga tersebut, sang pengendali persseroan itu, dipaksa merogoh kocek senilai Rp49,96 miliar. Nah, sebagai konsekuensi dari transaksi itu, koleksi saham Agro Jaya makin menebal.
Tepatnya, menjadi 295,45 juta lembar alias 5,02 persen. Bertambah 4,8 persen dari periode sebelum transaksi dengan tabulasi 13,15 juta eksemplar atau setara dengan 0,22 persen. ”Transaksi dilakukan sebagai bentuk pembayaran sebagian fasilitas repo,” ungkap manajemen Delta Giri Wacana.
Isi Kursi LUCY
Sekadar informasi, DGWG menyandang predikat kepemilikan saham konsentrasi tinggi alias high shareholding concentration (HSC). Setidaknya, 97,35 persen saham DGWG digulung segelintir kemlompok investor.
Penentuan HSC itu, berdasar metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat, dan tanpa warkat per 25 Juni 2026. Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia mengeluarkan Lima Dua Lima Tiga (LUCY) dari daftar HSC.
Kebijakan melepas LUCY dari label HSC berdasar metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat, dan tanpa warkat per 29 Juni 2026. So, dengan demikian, LUCY tidak lagi berada dalam barisan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi.
Daftar Lengkap HSC
Oleh sebab itu, daftar penghuni sementara HSC menjadi sebagai berikut. Yaitu, Rockfields Properti Indonesia (ROCK) 99,85 persen, Ifishdeco (IFSH) 99,77 persen, Satria Mega Kencana (SOTS) 98,35 perssen, Samator Indo Gas (AGII) 97,75 persen, Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) 97,35 persen, Barito Renewables Energy (BREN) 97,31 persen.
Habco Trans Maritima (HATM) 96,09 persen, Panca Anugrah Wisesa (MGLV) 95,94 persen, BSA Logistics Indonesia (WBSA) 95,82 persen, Dian Swastatika (DSSA) 95,76 persen, Abadi Lestari (RLCO) 95,35 persen, Kota Satu Properti (SATU) 94,27 persen, Transcoal Pacific (TCPI) 94,10 persen, dan Mahkota Group (MGRO) 93,76 persen. (*)
Related News
Waran Seri I SLIS Segera Delisting, Cek Jadwalnya
Anak Usaha SMGR Suplai Beton Sekolah Rakyat di Empat Provinsi
WTON Suplai Material Proyek NPEA Pelindo, Kontrak Capai Rp153M
PPRO Lepas Hotel Prime Park Bandung Rp133M, Fokus Perkuat Bisnis Inti
GOTO Pastikan PHK Tokopedia Tak Berdampak Material ke Kinerja
Saham LUCY Terbebas dari HSC, Tapi Ambruk 10 Hari Beruntun





