Jelang Pembukaan Bursa Juni 2023, Bitwewe Ramaikan Perdagangan Aset Kripto
:
0
Direktur Utama PT Sentra Bitwewe Indonesia, Hamdi Hassyarbaini. dok. ist.
EmitenNews.com - Bitwewe meramaikan perdagangan aset kripto di Tanah Air. Menjelang berdirinya bursa kripto sesuai target pemerintah yaitu pada Juni 2023, semua calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) atau crypto exchange terus berbenah untuk bisa ambil bagian di bursa yang akan menjadi bursa kripto pertama di dunia itu. Termasuk Bitwewe.
Rencana kehadiran bursa kripto ini disambut baik berbagai kalangan, khususnya CPFAK. Demikian pula dengan PT Sentra Bitwewe Indonesia atau popular dengan sebutan Bitwewe (bit-wi-wi), sudah siap untuk ikut ambil peran dalam perdagangan fisik aset kripto.
Dalam keterangannya Rabu (22/2/2023), Direktur Utama PT Sentra Bitwewe Indonesia, Hamdi Hassyarbaini mengungkapkan, Bitwewe menggunakan teknologi perdagangan aset kripto yang disediakan oleh provider dari Singapura. Untuk menjamin keamanan aset kripto milik nasabah, Bitwewe melakukan pemisahan penyimpanan aset nasabah dalam hot wallet dan cold wallet.
Untuk hot wallet, Bitwewe telah menjalin kerja sama dengan penyedia jasa kustodi kelas dunia yaitu Fireblocks. Sedangkan untuk memastikan kelayakan calon nasabah dan kelayakan transaksi, Bitwewe juga melakukan proses know your customer (KYC) dan know your transaction (KYT) bekerja sama dengan penyedia jasa berstandar internasional.
“Pemisahan penyimpanan aset nasabah ke dalam hot wallet dan cold wallet semata-mata untuk menjamin keamanan aset kripto milik nasabah” ujar Hamdi Hassyarbaini.
Berbeda dengan kebanyakan crypto exchange yang lain, Bitwewe adalah perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh orang Indonesia. Sampai 100 persen milik anak bangsa.
Prospek kripto di Indonesia sangat baik. Angka pertumbuhan investor kripto terus meningkat dan berdasarkan data BAPPEBTI, investor kripto mencapai 16,7 juta orang (data akhir Desember 2022).
Selama tahun 2022 jumlah investor kripto di Indonesia bertambah 5,46 juta orang. Lebih rendah dibandingkan penambahan pada tahun 2021 yaitu sebanyak 7,2 juta orang.
Yang menarik, jumlah investor aset kripto ini jauh lebih banyak dibandingkan jumlah investor pasar modal yang baru mencapai 10,31 juta orang.
Masih menurut data BAPPEBTI, nilai transaksi kripto sepanjang 2022 mencapai Rp306,4 triliun. Terjadi penurunan 64,3% dibandingkan pada tahun sebelumnya yaitu Rp858,76 triliun.
Related News
Bikin Tekor hingga Gempor, Ini 6 Ciri Investasi Bodong yang Lagi Marak
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket





