EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan level psikologis 7.000. IHSG dipaksa mendekam di kisaran 6.956. Itu setelah selama sepekan mengalami perosotan 2,42 persen dari pekan lalu di level 7.129. Fakta tersebut tersaji berdasar data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 27-30 April 2026. 

Fluktuasi IHSG itu, tidak berlaku untuk saham-saham dalam rombongan top gainers. Saham-saham itu, sepanjang sepekan melawan arus sekaligus menjadi beking IHSG dari koreksi lebih masif. Saham tersebut yaitu Sinergi Inti Plastindo (ESIP) meroket 97,73 persen setara 86 poin menjadi Rp174 per saham dari Rp88.

Rohartindo (TOOL) melangit 46,91 persen alias 76 poin menjadi Rp238 per helai dari Rp162. Bekasi Asri (BAPA) melejit 46,91 persen atau 76 poin menjadi Rp238 per lembar dari Rp162. Asia Pramulia (ASPR) melejit 43,56 persen setara 88 poin menjadi Rp290 per eksemplar dari Rp202. 

Sidomulyo (SDMU) melesat 31,25 persen alias 30 poin menjadi Rp126 per helai dari Rp96. Inocycle (INOV) melonjak 30,58 persen atau 37 poin menjadi Rp158 per lembar dari Rp121. Formosa (BOBA) menanjak 30,48 persen selevel 64 poin menjadi Rp274 per saham dari Rp210.

Island Indonesia (ICON) melambung 29,36 persen alias 32 poin menjadi Rp141 per lembar dari Rp109. Leyand International (LAPD) surplus 25,33 persen setara 19 poin menjadi Rp94 per saham dari Rp75. Dan, Sona Topas (SONA) tumbuh 25,24 persen alias 520 poin menjadi Rp2.580 per lembar dari Rp2.060. (*)