Jenuh Jual, IHSG Siap Balik Arah
Seseorang berjalan di depan teras Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin berhasil ditutup menguat. Itu setelah sempat membukukan pelemahan signifikan awal sesi. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini konflik militer dengan Iran akan segera berakhir. Pernyataan Trump tersebut menjadi sentimen positif utama sekaligus mendorong penguatan indeks tersebut.
Tambahan sentimen positif juga datang dari koreksi harga minyak mentah dari level tertinggi harian, dan rebound saham emiten produsen semikonduktor. Harga minyak mentah ditutup pada level USD94,77 per barel alias surplus 4,26 persen setelah hampir menyentuh USD120 per barel, setelah Trump menyatakan sejumlah kapal sedang melewati selat Hormuz.
Trump mempertimbangkan untuk mengambil alih selat tersebut. Sementara itu, saham-saham produsen Chip seperti Broadcom surplus 4,62 persen, Micron Technology 5,14 persen, Advance Micro Device 5,33 persen, dan Nvidia melejit 2,72 persen.
Rebound indeks bursa Wall Street itu, diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Sementara itu, posisi indeks sudah mengaalami jenuh jual juga berpeluang dimanfaatkan investor untuk masuk saham yang sudah murah. So, indeks diprediksi bergerak menguat.
Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 10 Maret 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 7.250-7.160, dan resistance 7.425-7.515. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menyerok saham Bank BNI (BBNI), Adaro Andalan (AADI), Wismilak (WIIM), Merdeka (MDKA), Merdeka Resources (EMAS), dan Archi (ARCI). (*)
Related News
Dimerger Sinarmas, MORA Kantongi Rating Kredit Single A dari Pefindo
Mentan Sebut Stok Beras Aman Untuk 11 Bulan Ke Depan
IHSG Rebound, Serok Saham UNTR, MAPI, dan TAPG
Tertekan, IHSG Susuri Area 7.226
LPS Jamin Dana Nasabah BPR Koperindo Dibayar Bertahap hingga Juli 2026
IHSG Anjlok ke 7.337, Sektor Transportasi dan Properti Paling Tertekan





