Jhonlin Terbesar di BYAN, Elaine Tetap, Kepemilikan Dato Low Sisa 8,3%
:
0
Kegiatan di tambang batubara PT Bayan Resources Tbk
EmitenNews.com - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melaporkan penurunan signifikan kepemilikan Dato' Low Tuck Kwong menjadi 8,3% pada akhir Oktober 2026 dibanding akhir bulan sebelumnya sebanyak 40,25%. Penurunan drastis porsi pemegang saham pengendali seiring rampungnya transaksi pengalihan saham kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan tambang milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan efek (LBRE) periode Oktober yang disampaikan manajemen BYAN pada Jumat (6/11/2026), Jhonlin Baratama kini menguasai 30,25% saham perseroan. Volumenya paling besar disbanding pemegang saham lainnya.
Meski terjadi pengurangan porsi dalam jumlah besar, Dato' Low dipastikan masih mempertahankan status pengendali perusahaan. Bila digabung dengan kepemilikan dua anaknya yaitu Elaine Low yang menguasai 22,002% dan Low Nyi Ngo yang memiliki 0,187%, kepemilikan keluarga Low tetap paling dominan.
Selain itu, terdapat bagian PT Sumber Suryadana yang tercatat menguasai sebanyak 10% saham BYAN.
Perseroan juga melaporkan Dato' Low merupakan pemilik manfaat tingkat individu (ultimate beneficial owner) perseroan dengan kepemilikan agregat sebesar 30,31%.
Porsi kepemilikan saham publik (free float) mencatat peningkatan yaitu dari 21,29% pada akhir September 2026 menjadi 23,29% per 31 Oktober 2026.
Sementara itu, jumlah pemegang saham pemilik Single Investor Identification (SID) juga dilaporkan berkurang 168 SID menjadi 8.019 SID di sepanjang Oktober 2026 dibandingkan 8.817 SID akhir November 2026.
Harga saham BYAN pada pukul 15:20 WIB tercatat menguat 75 poin atau 0,87% ke Rp8.650 per saham. Dalam sepekan harganya tercatat turun 5,46% dan anjlok 26,54% dalam periode sebulan terakhir.
Related News
NFCX Ungkap Rencana Buyback, Harga Rp1.775 per Saham
BMAS Raih Pinjaman USD10 Juta dari Induk KBank untuk Dukung Likuiditas
NCKL Tegaskan Tak Terseret Penyelidikan Karhutla Pemerintah Singapura
GJTL Catat Penjualan Naik 9,15%, Lo Kheng Hong Masih Koleksi 7% Saham
Perusahaan Kertas Sinar Mas di OKI Ungkap Dampak Insiden Kebakaran
TOTL Tebar Dividen Interim Rp40 per Saham, Yield 2,89%





