Jual Murah, Komisaris Ini Divestasi Jutaan Saham ALII Rp100 per Lembar
:
0
Pengurus Ancara Logistics kala menjawab pertanyaan media usai seremoni pencatatan perdana saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Aninditha Anestya Bakrie mengurai kepemilikan saham Ancara Logistics (ALII). Sang komisaris itu, diketahui telah mendivestasi 1.386.750 helai alias 1,38 juta saham perseroan. Transaksi penjualan telah dipatenkan pada 9 Oktober 2025.
Transaksi penjualan tersebut dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp100 per helai. Harga pelepasan itu, lebih rendah sekitar 450 poin alias 81,81 persen dari harga penutupan saham perseroan edisi 9 Oktober 2025 di kisaran Rp550 per eksemplar.
Menyusul skema harga tersebut, Aninditha mendapat dana sekitar Rp138,67 juta. Sebagai efek samping dari transaksi itu, tabungan saham Ancara dalam pangkuan Aninditha tersisa 348,27 juta eksemplar alias setara dengan porsi kepemilikan 2,2 persen.
Mengalami dilusi 0,01 persen dari edisi sebelum transaksi dengan koleksi 349,66 juta helai. Donasi saham itu, selevel dengan 2,21 persen. Transaksi itu, berupa pemberian alokasi saham kepada senior management dari grup usaha merupakan program insentif yang diberikan kepada anggota senior management.
Hal itu bukan dibiayai dari perseroan, akan tetapi berdasar komitmen sebelumnya yang diberikan pemegang saham pengendali perseroan, termasuk afiliasinya kepada anggota senior management grup usaha atas kinerja, dan kontribusi telah dilakukan.
”Dengan begitu, perseroan sebagai bagian dari grup usaha dapat beroperasi dengan baik, dan meningkatkan kinerja,” tegas Aulia, Director & Corporate Secretary Ancara Logistics. (*)
Related News
Emiten Terkait Raffi Ahmad-Nagita Raih Kredit Rp45 Miliar dari BINA
Pendapatan TLKM Naik 3,55 Persen per September 2026 , Ini Penopangnya
Kredit BBKP Meningkat 3,07 Persen hingga September 2026
Laba SIG (SMGR) Melonjak 363%, Tembus Rp532 Miliar per September 2026
Tertekan Beban Keuangan, PBRX Rugi USD4,98 Juta Meski Top Line Positif
BEI: UMA & Suspensi Saham Akan Dibatasi per 2 November, Belum Dihapus





