Juni Hingga September ID FOOD Offtake Gula Petani Senilai Rp1,048 Triliun
:
0
EmitenNews.com - Direktur Komersial Holding pangan ID FOOD Ardiansyah Chaniago mengungkapkan bahwa sepanjang periode Juni hingga September 2022 pihaknya telah melakukan offtake gula petani sebanyak 91.195 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Nilai totalya sekitar Rp1,048 triliun, dengan harga offtake 11.500/kg.
"Selain itu, ID FOOD juga telah melakukan beberapa pengembangan produk retail di tahun 2022, diantaranya produk beras, gula, kecap dan komoditas lainnya," katanya.
Ardiansyah mengatakan ID FOOD group juga membuka peluang ekspor beberapa komoditas pangan, diantaranya komoditas perikanan yang pada kuartal III 2022 ini telah mengekspor lagi Produk Perikanan Indonesia. Yakni Octopus steam, Whole cleaned cuttlefish, Ball Type Octopus, Tuna loin ke Amerika Serikat dan Jepang.
Mendekati usianya yang pertama pada awal tahun mendatang, BUMN Holding Pangan yang diresmikan pada 7 Januari 2022 lalu, terus lakukan transformasi dan inovasi disepanjang tahun 2022 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pangan.
“Komitmen, sinergi dan inovasi, tiga fondasi ini penghantar transformasi yang dilakukan ID FOOD,” ungkap Frans Marganda Tambunan, Direktur Utama Holding pangan ID FOOD.
Frans melanjutkan komitmen yang dimaksud dalam pendistribusian ketersediaan pangan memenuhi kebutuan masyarakat, sinergi untuk perbaikan hulu hilir sektor pangan, dan inovasi dalam memperkuat ekosistem pangan.
“Hingga Oktober 2022 ini, komitmen kami telah distribusi 69,35 juta liter minyak goreng di 6.452 titik lokasi, ini salah satu komitmen kami dalam mendistribusikan pangan,” pungkas Frans.
Selain itu, lanjut Frans, inovasi kami dalam mendukung swasembada gula adalah dengan mengimplementasikan Sistem Resi Gudang (SRG) gula pertama di Indonesia.
“Sebanyak 72 yang sudah dilakukan resi gula dengan total 37.767 Ton atau senilai Rp.300 M,” katanya lagi.
Menurutnya, inovasi dalam mengimplementasikan SRG gula ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani tebu, lantaran SRG bertindak sebagai instrumen manajemen stok pada saat harga komoditas menurun.
Related News
Sentimen Negatif Dominan, IHSG Susuri Zona Merah
Investor Cemas Defisit APBN, IHSG Cenderung Tertekan
IHSG Siap Rebound? Analis Wanti-Wanti Sell in May Go Away
Bikin Tekor hingga Gempor, Ini 6 Ciri Investasi Bodong yang Lagi Marak
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini





