EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba melenting tajam pada penutupan perdagangan Senin (13/7/2026). Penguatan itu terjadi bersamaan dengan rilis S&P Global Ratings yang mempertahankan rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil serta momentum Peringatan HUT Ke-34 Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup menguat 113,481 poin atau 1,92% ke level 6.037,842. IHSG bergerak di rentang 5.898,147 hingga 6.037,842. Nilai transaksi mencapai Rp11,843 triliun dengan volume 26,156 miliar saham. Sebanyak 377 saham menguat, 250 saham melemah, dan 167 saham stagnan.

Lonjakan IHSG terjadi pada sesi II, tepat setelah S&P mengumumkan mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB/A-2 dengan outlook stabil. S&P menilai tekanan fiskal dan eksternal Indonesia saat ini masih bersifat sementara.

"Outlook stabil mencerminkan ekspektasi kami bahwa memburuknya metrik fiskal dan eksternal bersifat sementara dan akan berbalik seiring harga komoditas yang lebih tinggi dan laju perubahan kebijakan yang lebih stabil," tulis S&P dalam rilisnya Senin (13/7/2026).

S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid 5,1% pada 2026. Lembaga itu juga menyoroti komitmen pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3% PDB sebagai anchor utama rating. Kebijakan hilirisasi dan penguatan pengawasan ekspor melalui DSI dinilai berpotensi meningkatkan penerimaan negara.