EmitenNews.com—PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) punya investor baru dengan kepemilikan lebih 5%, yaitu PT Apramesis Meta Investama yang baru saja mengakuisisi sebanyak 581,05 juta lembar saham Perseroan atau setara 6,78%.

 

Hal itu diketahui dari data yang dilansir Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Senin (6/2), yang memuat rekap kepemilikan saham tertentu lebih 5% semua emiten per 3 Februari 2023.

 

Sebagai konfirmasi, berdasar laporan bulanan pemegang efek yang dirilis Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita, yang dimuat di situs BEI pada 9 Januari 2023, per 31 Desember 2022 Apramesis belum terdaftar sebagai pemilik saham SDRA di atas 5%. Pemegang saham yang terdata adalah Arifin Panigoro sebanyak 631,78 juta lembar (7,38%) , Woori Bank Korea sebanyak 7,21 miliar lembar (84,20%), dan publik sebanyak 721,64 juta lembar (8,42%).

 

Namun, belum diketahui porsi saham siapa yang dibeli oleh Apramesis, mengingat data KSEI tak merinci hal lain terkait transaksi kecuali soal perubahan kepemilikan.

 

Data perdagangan menunjukkan, pergerakan saham SDRA relatif stabil dalam enam bulan terakhir. Pada 15 Agustus 2022, harga saham ditutup di Rp575/saham, dengan titik pergerakan tertinggi pada 18 Agustus 2022 (Rp620) dan terendah pada 27 Desember 2022 (Rp555).

 

Pada perdagangan kemarin, Selasa (7/2), saham SDRA bergerak di kisaran Rp575-Rp595, setelah pada perdagangan Senin kemarin ditutup di level Rp570/saham.