EmitenNews.com—PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) menghentikan operasi pabrik pulp atau bubur kertas perseroan sejak tanggal 1 Februari hingga 20 Maret 2023 karena kekurangan bahan baku berupa kayu.
Mengutip keterangan resmi emiten kertas ini pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/2/2023) bahwa penghentian operasi itu mengakibatkan kerugian.
“Perseroan kehilangan hasil produksi selama penghentian sementara,” tulis manajemen INRU.
Untuk diketahui, dalam sembilan bulan tahun 2022, INRU tercatat membukukan penjualan senilai USD119, 99 juta atau tumbuh tipis dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat senilai USD118,22 juta.
Jelasnya, 100 persen penjualan merupakan penjualan bubur kertas.
Related News
Aset Jumbo, Laba Emiten Hapsoro (RATU) Terbang 90,44 Persen
Penjualan Tembus Rp6T, Laba Bersih Emiten Otomotif (PMJS) Meroket
BRMS Defisit USD697 Juta, Laba Drop 44 Persen Semester I
Emiten Grup Bakrie (ELTY) Catat Rugi di Semester I, Saham Merosot
Akhiri Rugi, WMPP Paruh I Toreh Laba Melenting 212,08 Persen
ARA Strike Berlanjut, Saham Lepas Suspen Ini Ngebut Meski Dijatuhi FCA





